JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
zolepenarumah eyangrumah eyang jogjamimpi minggat dari rumahabang jarang pulang aku jarang dibelai
“Kurang ajar.”
Tek-tek Tek-tek Tek-tek
Aku menjerit dalam hati. Tidak mungkin aku bisa berhadapan dengan sosok berbalut kain kafan itu sekarang. Segera kupercepat langkah, untung saja pelita di tanganku terhalang kaca tebal. Dia tidak akan mati meski berhaluan dengan angin. Dalam keadaan genting, kurogoh kunci kamar Kakung lalu berlari berlari ke arah pintu. Rupanya memang kamar Kakung tertutup rapat, bahkan, pintu yang sudah ada di depanku itu tersegel dua rantai kecil. Pertanyaannya, bagaimana mungkin Bibi bisa menyelinap masuk?