Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Laki-Laki Misterius

Laki-Laki Misterius

kata Letnan Khosali dengan senyum yang sangat lebar di wajahnya. Ketika dia tersenyum lebar, wajahnya jadi makin mirip Kwang Soo. "Ah… ya …, Ratna Sari Puspa Dewi …, orang sipil biasa," jawabku agak ragu. "Jadi Mbak Ratna ini-" Kapten Kosasih bersiap untuk bertanya Tapi aku merasa harus meluruskan, "Maaf Dewi, Pak." "Ya? Tadi namanya kan …." Kulihat alis Kapten Kosasih naik sebelah, nada suaranya sedikit naik.
104.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 113 Beses bilang la wak
Read
+Library
My Luna

My Luna

tanya Gamma membuat Ghina kembali menatapnya penuh takut. Ghina kembali mengeratkan pelukannya. “Tapi lo bilang kalau lo Werewolf!” seru Ghina. “Bukankah kamu meragukan ucapanku?” tanya Gamma lagi-lagi dengan seringainya. “Enggak! Lo pasti Werewolf. Gak mungkin manusia biasa bisa panjat pohon setinggi ini dalam waktu singkat!” seru Ghina lagi menepis ucapan Gamma. “Lalu?” tanya Gamma. “Lo juga bilang kalau gue Mate lo! Jadi gak mungkin banget kalau lo biarin gue mati—heup!”
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 151 Beses bilang la wak
Read
+Library
LAILA

LAILA

Sambungku. Aku mendekati Ayah. Saat itu aku teringat sahabatku Tiara, ibunya akan menghilangkan dirinya. Aku khawatir. Aku segera berpaling ke belakang. Wajahku terlalu dekat dengan Wira. Apa dia masih menjagaku? Meskipun sekilas aku baru sadar mata Wira memiliki warna yang berbeda. Mata kanannya berwarna hitam pekat seperti burung gagak dan mata kirinya berwarna cokelat seperti orang Indonesia pada umumnya. Wira langsung menjaga jarak dariku. "Ada apa Laila?" Tanya Wira dan sepertinya dia gugup.
107.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 163 Beses bilang la wak
Read
+Library
LUKA

LUKA

"AYAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!" ****
87.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 276 Beses bilang la wak
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

lalu tatapannya kini tertuju pada Mawar, menatap Mawar dengan tatapan tajam penuh kebencian, "benar bukan?" Mawar terkekeh, ternyata dugaannya memang benar, saat di kolam berenang Laura sudah melihat dirinya. Lalu saat kejadian di mansion Nico, dia yakin wanita itu hanya pura-pura terkejut saat melihat dirinya. "oh tuhan, kenapa aku harus berada di lingkungan yang berisi manusia seperti kalian?" Mawar memberikan tatapan seperti merendahkan. "Aku tidak perduli pada kalian ataupun anak mu, Lau," Mawar megangkat keuda alisnya dia tersenyum manis. "Aku ke sini ingin mengambil suamiku, tidak seharusnya dia berada di sini, dia harus selalu berada di sampingku, " tatapannya kini beralih pada Nico,
105.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 194 Beses bilang la wak
Read
+Library
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

"Kau harus pulang sekarang. Cepat!" Wirya mencoba berdiri, tapi kakinya lunglai. Sengatan Lara Waktu semakin menjadi, membuatnya terjatuh di lantai. Wirya menyeret tubuhnya keluar dari tempat tidur dengan napas terengah. Setiap langkah terasa seperti menginjak pisau, otot perutnya mengencang seolah diremas oleh tangan tak kasat mata. **Lara Waktu** sedang mengamuk di dalam tubuhnya, menuntut penawarnya yang tertunda.
1015.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 342 Beses bilang la wak
Read
+Library
Luka Cinta

Luka Cinta

"Ya.. Kakak haus sekali" Alana pun memberikan air mineral dalam tasnya. Membukakannya untuk Ayra.
101.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 47 Beses bilang la wak
Read
+Library
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

"Namun, saya tidak tertarik. Saya tidak bekerja di pihak mana pun, terutama pihak yang akan menghancurkan orang yang tidak bersalah. Saya sudah selesai dengan permainan itu." "Aku hanya memberikan fakta," balas Wiratama, nada suaranya berubah menjadi ancaman terbuka. "Pikirkan baik-baik. Sampai kau membuat keputusan, aku akan 'mengawasi' kekasihmu. Pastikan dia aman dan tidak melakukan kesalahan yang bisa berakibat fatal. Apakah kau mengerti maksudku?" Luna mengangkat alis, mempertahankan ketenangan yang sempurna. Ia tahu ini adalah saatnya melancarkan serangan balik, menggunakan informasi yang ia peroleh dari Tante Rosa sebagai perisai.
10736 viewsOngoingIdinagdag sa Library 16 Beses bilang la wak
Read
+Library
Lusia

Lusia

Ada lengkungan tanpa pagar di bagian barat, dan itu menjadi satu – satunya jalan masuk. “Wajahnya saja yang terlihat lugu dan polos, jauh di dalam dirinya sifatnya lebih buruk dari wanita jalang. Aku harap dia segera di buang dari tempat ini.” Maki suara pertama yang Lusia dengar. “Aku bahkan enggan melayaninya, menyebut namanya saja aku tak mau. Lusia! Lusia! Bagiku dia tak ubahnya ngengat!”
Sikat na Kabanata
106.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 251 Beses bilang la wak
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status