Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Our Luna

Our Luna

pamit Chiara pada Januar. Setelah berpamitan, Chiara meninggalkan Januar sendirian ditempat itu.gadis manis itu berjalan tergesa gesa karena dikejar waktu. Ketika punggung Chiara tak terlihat lagi, Januar mengeluarkan ponsel seraya menekan kombinasi angka untuk menghubungi seseorang. Tak lama, panggilannya pun diangkat. “Sepertinya Moon Goddes sengaja mengujimu. Kurasa, ini akan jauh lebih sulit dari yang kita duga, bos. Karena sang Luna tak percaya akan keberadaan kita sebagai kaum werewolf.” Ujar Januar dengan serius.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
Laki-Laki Misterius

Laki-Laki Misterius

kata Letnan Khosali dengan senyum yang sangat lebar di wajahnya. Ketika dia tersenyum lebar, wajahnya jadi makin mirip Kwang Soo. "Ah… ya …, Ratna Sari Puspa Dewi …, orang sipil biasa," jawabku agak ragu. "Jadi Mbak Ratna ini-" Kapten Kosasih bersiap untuk bertanya Tapi aku merasa harus meluruskan, "Maaf Dewi, Pak." "Ya? Tadi namanya kan …." Kulihat alis Kapten Kosasih naik sebelah, nada suaranya sedikit naik.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
My Luna

My Luna

tanya Gamma membuat Ghina kembali menatapnya penuh takut. Ghina kembali mengeratkan pelukannya. “Tapi lo bilang kalau lo Werewolf!” seru Ghina. “Bukankah kamu meragukan ucapanku?” tanya Gamma lagi-lagi dengan seringainya. “Enggak! Lo pasti Werewolf. Gak mungkin manusia biasa bisa panjat pohon setinggi ini dalam waktu singkat!” seru Ghina lagi menepis ucapan Gamma. “Lalu?” tanya Gamma. “Lo juga bilang kalau gue Mate lo! Jadi gak mungkin banget kalau lo biarin gue mati—heup!”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Baginya, Lembah Dewa Jatuh bukanlah tempat terkutuk, melainkan taman bermain yang sempurna untuk menguji batas kekuatannya yang baru. Baru saja satu langkah kaki Liang Xiao melewati garis batas antara hutan bambu dan tanah berbatu lembah, getaran hebat merambat dari bawah pijakannya. Tanah berguncang seolah-olah ada naga bumi yang sedang menggeliat bangun dari tidur panjangnya. Dari balik gundukan tulang belulang raksasa yang berserakan—sisa-sisa binatang buas dan kultivator malang dari ribuan tahun lalu—muncul seekor Lipan Kerak Neraka. Monster tingkat tinggi itu memiliki panjang tubuh mencapai tiga puluh meter, dengan cangkang chitin berwarna hitam legam yang dilapisi kerak api abadi, seke
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
WHERE

WHERE

Sharon Addeline liesourser
Lisa yang melihatnya merasa janggal. “kenapa? Ada masalah? Biasanya lo bawel.” Sharon tersenyum dipaksakan. “Enggak. Gue hanya sakit perut. Lo duluan aja pulangnya, gue mau ke toilet.” Lisa pun mengangguk. “Oke. Oh ya, nanti gue mau chat lo untuj bahas konten youtube ya. Bales pokoknya!”Sharon mengangguk lalu mendorong tubuh Lisa agar cepat-cepat pergi.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Sambungku. Aku mendekati Ayah. Saat itu aku teringat sahabatku Tiara, ibunya akan menghilangkan dirinya. Aku khawatir. Aku segera berpaling ke belakang. Wajahku terlalu dekat dengan Wira. Apa dia masih menjagaku? Meskipun sekilas aku baru sadar mata Wira memiliki warna yang berbeda. Mata kanannya berwarna hitam pekat seperti burung gagak dan mata kirinya berwarna cokelat seperti orang Indonesia pada umumnya. Wira langsung menjaga jarak dariku. "Ada apa Laila?" Tanya Wira dan sepertinya dia gugup.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

lalu tatapannya kini tertuju pada Mawar, menatap Mawar dengan tatapan tajam penuh kebencian, "benar bukan?" Mawar terkekeh, ternyata dugaannya memang benar, saat di kolam berenang Laura sudah melihat dirinya. Lalu saat kejadian di mansion Nico, dia yakin wanita itu hanya pura-pura terkejut saat melihat dirinya. "oh tuhan, kenapa aku harus berada di lingkungan yang berisi manusia seperti kalian?" Mawar memberikan tatapan seperti merendahkan. "Aku tidak perduli pada kalian ataupun anak mu, Lau," Mawar megangkat keuda alisnya dia tersenyum manis. "Aku ke sini ingin mengambil suamiku, tidak seharusnya dia berada di sini, dia harus selalu berada di sampingku, " tatapannya kini beralih pada Nico,
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

"Kau harus pulang sekarang. Cepat!" Wirya mencoba berdiri, tapi kakinya lunglai. Sengatan Lara Waktu semakin menjadi, membuatnya terjatuh di lantai. Wirya menyeret tubuhnya keluar dari tempat tidur dengan napas terengah. Setiap langkah terasa seperti menginjak pisau, otot perutnya mengencang seolah diremas oleh tangan tak kasat mata. **Lara Waktu** sedang mengamuk di dalam tubuhnya, menuntut penawarnya yang tertunda.
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

Ia bukan lagi seorang gadis yang mencari pengakuan; ia adalah Luna, sang Dewi Balas Dendam. Seperti malam-malam sebelumnya, Damon berada di sudut yang sama. Ia mengenakan kemeja sederhana, dan wajahnya tampak pucat karena rasa khawatir. Saat mata mereka bertemu, Damon bangkit, mencoba mendekat.
10864 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
Lusia

Lusia

Ada lengkungan tanpa pagar di bagian barat, dan itu menjadi satu – satunya jalan masuk. “Wajahnya saja yang terlihat lugu dan polos, jauh di dalam dirinya sifatnya lebih buruk dari wanita jalang. Aku harap dia segera di buang dari tempat ini.” Maki suara pertama yang Lusia dengar. “Aku bahkan enggan melayaninya, menyebut namanya saja aku tak mau. Lusia! Lusia! Bagiku dia tak ubahnya ngengat!”
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai la wak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status