JANGAN HINA AKU MANDUL
Aku biarkan itu dan beranjak ke depan laptop menunggu konfirmasi lamaran pekerjaan yang sudah ku-ajukan ke beberapa perusahaan, beberapa hari yang lalu.
"Sayang, kamu mau apa?" tanyanya mendekat saat melihat beberapa draft email yang sudah dikirim.
"Aku kirim surat lamaran. Aku mau kerja lagi, Mas. Kamu benar, program hamil itu hanya akan sia-sia. Lagian sekarang tak ada yang butuh anak lagi kan? Jadi aku akan bekerja lagi," jelasku panjang kali lebar. "Tidak mungkin aku pun bekerja di perusahaan-mu. Karena aku akan merasa jenuh," lanjutku. 'Lagipula perusahaan yang dipimpinnya seperti tidak ada perkembangan.'