NODA
Tampaknya, dia tidak biasa tidur dengan lampu menyala.
Setelah aku selesai menyelimuti tubuh itu, ku berjalan menuju tempat tidur yang terlihat nyaman namun nyatanya hambar, kumatikan lampu dan menyalakan lampu pijar yang ada di nakas sebelah tempat tidur. Setelahnya, membaringkan tubuh yang sudah sangat penat itu di sana. "Kalau nggak biasa lampu mati, nggak usah dimatikan," celetuk Megan masih dengan posisi yang sama. Aku tersentak kaget.
"Belum tidur?" tanyaku, ia mengubah posisi menjadi miring ke arah ranjang, posisiku yang juga miring ke arahnya, membuat wajah kami saling menatap meski berjauhan.
Hot Chapters