Resep Rahasia Sang Pecundang
Setiap pasang mata terpaku pada pisau yang tergeletak berkilauan di bawah sorotan lampu, lalu beralih ke tangan Radit yang masih terangkat di udara—tangan yang gemetar hebat seolah sedang menolak organ tubuhnya sendiri.
Keheningan itu pecah. Bukan oleh suara tepuk tangan atau bisikan, melainkan oleh gerakan cepat dan terkoordinasi. Luna sudah melompat dari kursinya, wajahnya yang sekeras topeng porselen retak oleh kecemasan yang tak terselubung. Di sisinya, Adrian bergerak dengan efisiensi seorang jenderal.
“Lampu panggung, matikan sorot utamanya sekarang!” perintah Adrian ke earpiece yang terhubung dengan kru teknis. “Musik! Mainkan musik instrumental yang menenangkan!”
인기 회차