Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perempuan Pemilik Hati Pak Lurah

Perempuan Pemilik Hati Pak Lurah

Mungkin aku sedang tak enak badan, kena gejala fDualu, atau masuk angin, entahlah. Yang jelas, saat aku terbangun aku sudah tak memikiki energi. Mulutku terasa pahit, mual juga masih sering hilang timbul. Udaea pegunungan yang biasanya kurasakan segar malah kini membuat tububku memggigil bak orang pesakitan. Aneh sekali...aneh...
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

“Muka Mbak merah banget. Mbak sakit? Demam? Mau saya ambilkan obat?” Kalimat itu membungkam Mentari. Dia buru-buru menggeleng dan tertawa yang dipaksakan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Err, udara hari ini cukup panas, jadi mungkin karena itu muka saya jadi merah.”
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
Pengasuh Kesayangan CEO

Pengasuh Kesayangan CEO

Agar tubuhnya bisa kembali bersemangat untuk menjalani aktivitas hari ini. Baru saja dia melepas pakaiannya untuk mandi, perutnya terasa mual. Huek huek huek. Dia menuju wastafel dan menumpahkan isi perutnya di sana. Namun karena belum makan apapun tidak ada yang keluar dari mulut Maya, selain air yang agak berwarna kuning. "Sepertinya aku masuk angin. Maklum cuaca begitu dingin di luar di bulan Juli ini," kata Maya.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Tidak peduli bau muntah, dan pahitnya asam lambung yang tertinggal disana. Setelah puas mencium bibir Senja. Langit memberikan sedikit jarak di kedua bibir yang tadi bersatu. "Bagaimana, apa masih mual?" lirih Langit Senja menggelengkan kepalanya. Rasa mual yang dia rasa tadi, tiba-tiba hanyut entah kemana. Berganti dengan keterpakuan dengan tindakan Langit yang di luar nalarnya Langit tersenyum puas. Dia akan menghilangkan rasa di bagian lainnya juga. Kini wajah Langit berpindah ke ceruk leher Senja.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
Pemuda Pemikat Gadis Desa

Pemuda Pemikat Gadis Desa

Tubuh Joko mulai menegang, kepalanya mendongak, dan matanya terpejam, tampak siap menikmati puncak yang akan segera tiba itu. Sesaat kemudian, erangan panjang penuh kenikmatan, keluar dari mulut Joko. Tubuh pria itu tersentak ~ menegang hebat, saat sensasi geli yang hebat ~ menghantam tubuhnya. Batang besar Joko yang berada di dalam mulut Sinta berkedut, lalu menyemburkan cairan kental yang terasa agak hangat. "Ahhh... ahh... enak banget, ahhh..." desah Joko, dengan tubuh yang mulai tersentak-sentak karena dorongan rasa geli tersebut.
1094.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Tampilkan Ulasan (7)
Baca
+Pustaka
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Siapa Aja
pulgar bgt. bacanya enak aja. tp lama2 ujung konfilk ga jelas, potensi dipanjang2in. ketemu tokoh baru, hubungan baru, balik ke tokoh lama, cerita di luar hub tokoh. ya mirip golden boy. slice of life. tergantung penulis tamatnya.
Baca Semua Ulasan
Hanahaki Reverse: Saat Cinta Membuatku Sesak

Hanahaki Reverse: Saat Cinta Membuatku Sesak

Dia menelan ludah, merasakan geli aneh di tenggorokannya. Beberapa hari ini dia mengalaminya, dan jujur ​​saja, rasanya sangat menyebalkan. Dia sudah mencoba segalanya. Dia minum air putih hangat, teh, teh dengan madu, susu, dan bahkan menelan es batu karena putus asa. Cuaca akhir-akhir ini sulit ditebak dan tidak bisa diprediksi, bahkan oleh ramalan di ponsel Tama sekalipun.
10760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

Udara di punggung gunung itu terasa tipis, seperti terbuat dari kristal yang mudah pecah. Angin berhembus membawa debu putih yang menempel di kulit, membuat setiap napas terasa kering. Langit di atas kepala mereka berubah warna: bukan biru, bukan abu-abu, melainkan campuran ungu dan perak yang bergerak lambat seperti tinta di air. Dari kejauhan terdengar bunyi denting, seperti seruling bambu yang ditiup angin sendiri.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Adrian langsung menutup mulut. Elara menarik napas dalam-dalam dan meneguk ramuan itu dengan cepat. Rasanya pahit luar biasa dan panas seperti membakar tenggorokannya, membuat perutnya langsung terasa mual hebat. “Kamu minumnya jangan cepat-cepat? Pantesan kamu jadi mual,” komentar Shinta tanpa rasa bersalah. “Besok-besok minumnya pelan-pelan aja.”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

"Hmm pasien meningkat karena sedang musim radang tenggorokan. Ya, cuacannya dan pola makan mereka yang kurang diperhatikan." Giselle mengangguk. "Ketika sedang panas begitu memang lebih segar minum minuman dingin. Mereka tidak tahu akibatnya nanti hahaha.. kau juga harus menjaga pola makanmu sayang." Luna mengangguk sambil tersenyum. "Tentu Bu."
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
Malam yang panas

Malam yang panas

Yang ada hanya pelukan panjang di sofa yang dingin, dua tubuh yang diam dalam satu selimut tipis, dan napas yang saling mencari. Keduanya tahu: mereka belum sampai ke sana. Tapi percikan itu ada. Menyala. Membakar perlahan. Mengancam meledak, tapi belum siap dilepaskan. Dan justru karena belum disentuh sepenuhnya—rasa itu terasa lebih panas dari apa pun. Bab 6 (Bagian 2) – Bara di Bawah Kulit
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai langit-langit mulut tidak geli
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status