I'm Sorry Laras
ucapnya lagi, suaranya tersendat oleh tangis, tangannya mencengkeram tepian TV itu dengan lelet.
Namun, dalam sekejap, tenaga Joko yang jauh lebih besar membuat Laras kehilangan pegangan. Ia terhuyung ke belakang, tubuhnya yang lelet tak mampu menahan dorongan itu, hingga akhirnya ia terjerembab ke lantai dengan keras. “Aduh!” serunya pelan, tangannya mencoba menyangga tubuhnya, air matanya kini mengalir lebih deras karena campuran antara kesakitan fisik dan kepedihan hati.
Bab Populer