Jerat Cinta Sang Langit
Bukannya pergi, Dara menyusul Lagit, mendekatkan wajahnya ke Langit, sepenuhnya.
“Baik, aku pergi, tapi bakal balik sini karena aku mencintaimu,” suara Dara mendesah, tepat di telinga Langit. Untuk apapun itu, mau tidak mau Langit merasa masa lalu seperti menggodanya untuk kembali.
Rayuan maut.
“Sh*t,” akhirnya keluar juga umpatan itu dengan tertaha. Dara tersenyum miring, makin mendekat dan mengecup telinga Langit perlahan.
Hot Chapters