Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rahasia Cincin Emas di Jari Manis Suamiku

Rahasia Cincin Emas di Jari Manis Suamiku

Arif lantas menatap Fatma, "Fatma, kamu kerjanya yang bener ya. Mbak Lastri ini emang enak diajak guyon tapi ada kalanya dia juga galak seperti maung. Pinter-pinter aja deh kamu jaga perasaan dia. Ya udah ya, aku tinggal dulu. Ntar sore kalo aku pulang, aku jengukin kamu di sini ya." "Duh... Duh, kayak manten baru aja nih." Mbak Lastri menggoda, menoel-noel tangan Arif dengan gemas. "Ish... Mbak Lastri, diam ya." Arif pura-pura kesal, ia tersenyum malu sesudahnya. "Assalamualaikum, aku kerja dulu ya. Mbak Lastri, aku berangkat dulu. Titip Fatma ya." "Wa'alaikum salam, iya-iya. Jangan khawatir," jawab Mbak Lastri setelah Arif berbalik badan lalu meninggalkan toko alat tulisnya.
6.6K viewsCompletedAdded to Library 237 Times as last time artinya
Read
+Library
Godaan Tuan Majikan

Godaan Tuan Majikan

Tangannya berada di dada bidang Tuan Ardan, seolah itu pegangan terakhirnya untuk bertahan. Detik itu, waktu terasa berhenti. Ardan tersenyum dalam hati saat bibirnya berhasil menyentuh bibir lembut milik Lastri. Beberapa detik lamanya, hanya menyentuh, seolah masih berkenalan dengan hal baru. Ardan berusaha sabar, tak ingin tergesa, tak ingin kesempatan itu berlalu dengan cepat.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as last time artinya
Read
+Library
Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

“Kami adalah dia yang ditinggalkan. Tapi kami juga adalah dia yang kembali.” “Gerbang tidak pernah hanya satu.” Arga membeku. “Tunggu... kau bilang Gerbang Keempat adalah yang terakhir.” “Gerbang Keempat adalah terakhir yang dikenali.” “Tapi bukan yang terakhir yang ada.” Di kejauhan, dalam langit yang masih retak, muncul semburat warna lain hijau tua, seperti lumut basah, seperti serpihan dari dunia yang tidak pernah dibicarakan.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as last time artinya
Read
+Library
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

ujar Ari. “Kalau gitu urusan permodelan kamu aja ya, kan kamu juga yang tinggal disini tinggal hubungi aja mereka. Siapa tahu kamu juga dapat jodoh artis,” ujar Bara sambil tertawa. Dan meeting akhirnya ditutup saat jam di dinding menjadi menunjukan pukul setengah dua siang. “Saya mohon maaf ya, meeting hari ini diluar dugaan. Terima kasih atas antusiasme kalian hingga rela belum istirahat,” ujar Bara.
1017.1K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as last time artinya
Read
+Library
Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai

Semuanya adalah barang antik dan seni kelas atas dari rumah lelang bergengsi dunia. “Nona Karina, ini semua adalah hadiah dari Tuan Jerry,” kata pemimpin, dengan suara datar dan profesional. “Beliau bilang, mengetahui Anda semalam tidak bisa tidur dan sedang murung, jadi beliau berharap benda-benda kecil ini bisa membuat Anda sedikit senang.” Keributan itu menarik perhatian orang-orang di studia sekitar. Mereka mulai berdatangan untuk melihat.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as last time artinya
Read
+Library
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

" balas Aras. "Iya. Semuanya sudah mencair. Kamu tahu sudah hampir sebulan ini saya meninggalkan kanvas dan lainnya. Saya hampir jarang melukis lagi," balas Binar. Aras sedikit menyunggingkan senyum, "Sebulan lalu, itu kan pertemuan pertama kita" ujar Aras sengaja menggodanya.
1010.2K viewsOngoingAdded to Library 214 Times as last time artinya
Read
+Library
Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

Dan tamparan itu adalah bom waktu yang akhirnya meledak. Jagara diam di tempatnya, napasnya tak kalah memburu. Sebuah bekas merah mulai terlihat jelas di pipinya. Pandangannya kembali ke arah Raya yang masih menatapnya dengan mata penuh kekecewaan dan air mata. "Jaga bicara kamu," kata Raya di akhir, suaranya bergetar namun tegas. "Dan aku harap, ini pertemuan kita yang terakhir."
102.5K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as last time artinya
Read
+Library
Batas Waktu

Batas Waktu

“LO LEBIH WLEK,” “AWAS YA NANTI,” “NGGAK TAKUT,” Adit dan Raffa baru saja dari ruang guru untuk persiapan olimpiade. Aqilla tak mempedulikan panggilan Adit yang melihatnya keluar dari kelas XI IPA 2. Beberapa siswa yang menyaksikan terkikik geli melihat keduanya. “Sukurin lo Mud, makanya nggak usah usil jadi orang,” Bagas terkekeh, cowok disampingnya mengusap-usap kaki yang hanya terbalut kaus kaki. Rasanya masih nyeri.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as last time artinya
Read
+Library
CAHAYA, Glow Up Setelah Disia-siakan

CAHAYA, Glow Up Setelah Disia-siakan

Tanpa merasa takut atau merasa bersalah, Cahaya masih bersikeras menyampaikan pendapatnya. “Sudah, sudah! Dibilangin kok malah ngebantah terus!” sambar Bu Lastri dengan ekspresi malas. Dan di saat yang bersamaan, Mbok Sri yang pamit belanja di pasar tiba-tiba muncul dari arah depan. Dengan cepat, Bu Lastri menyuruh ART-nya menggantikan Cahaya untuk menyelesaikan pekerjaan.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as last time artinya
Read
+Library
Diduakan Suami, Diratukan Duda Miliarder

Diduakan Suami, Diratukan Duda Miliarder

Pria itu menutup lembar terakhirnya tanpa kata, satu yang sangat disesali Hana saat Arkan pergi bahkan tanpa tahu caranya berpamitan dengan benar. "Selamanya aku mencintaimu, Mas. Bahagia di surga dan tunggu saatnya tiba, aku akan datang padamu." Kelopak mata Hana terpejam saat ingatan terakhirnya tentang malam bersama Arkan kembali melintasi ruang ingatan.
1065.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as last time artinya
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status