Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

bisik Larasati, meraih tangan Adit dan menunjuk relief ketiga. Larasati dengan lembut merebahkan diri di atas lantai batu yang kini terasa hangat. Matanya menatap Adit dengan penuh kepercayaan. “Giliranmu…” Adit mengangguk. Ia memosisikan dirinya. Ia berlutut di antara kedua paha Larasati yang terbuka, wajahnya kini menghadap area paling tertutup, yang juga menjadi pusat kekuatan Larasati. Ia pun memulainya. Bibir dan lidahnya menjelajahi kulit sensitif Larasati. Gerakannya, sudah luwes dari banyak pengalaman yang ia lakukan di dunia nyara.
10595.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.0K kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Yang Disia-siakan

Pesona Istri Yang Disia-siakan

Gadis itu mulai membantu mengobati kaki Latifa yang keseleo. "Aw ...." "Tahan sebentar, ya Mbak. Memar ini pasti sakit." Neta mengoleskan minyak di bagian yang memar sambil di usap pelan. "Neta, ponselku masih di kamar rias pengantin. Aku lupa tadi isi daya di sana," ucap Latifa. "Memang mbak bisa jalan ke sana? Bukannya kamar rias pengantin ada di lantai dua, ya? Ada lumayan banyak anak tangga, lho kalo mau ambil ke sana. Atau mau aku yang ambilkan?"
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
Iblis Suci

Iblis Suci

Jelegar. Jelegar! Jelegar! Ternyata Lato menggunakan teknik terakhirnya yaitu Guntur Malapetaka. Ini adalah serangan ultimatumnya! Lingling mendongakkan kepalanya ke atas, kemudian Lingling juga mengangkat kedua tangannya. "Pemghakiman Neraka!" teriak Lingling. Di atas langit ada cahaya yang berkedip-kedip. Nging...!
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
Sepuluh Selir Ratu Arischa

Sepuluh Selir Ratu Arischa

"Ratu, jika kau ingin merasakan panas, kau tidak perlu matahari. Kau punya sembilan sumber api di sini." Lia hanya tersenyum tipis, senyum femme fatale yang kini menjadi senjata utamanya dan berjalan masuk ke dalam vila untuk berganti pakaian. Sepuluh menit kemudian, area kolam renang vila yang berbatasan langsung dengan laut menjadi panggung gladiator. Sembilan pria itu sudah melepaskan pakaian mereka, hanya mengenakan celana renang yang menonjolkan hasil optimasi genetik Arlan.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Gracya mengambil kunci itu dengan tangan gemetar. "Masuklah ke ruang arsip sekitar pukul 11 malam," lanjut Bu Ratri dengan suara rendah. "Pastikan tidak ada orang lain yang melihatmu masuk. Dan ingat—jangan sampai lewat tengah malam." "Kenapa?" tanya Gracya penasaran. Bu Ratri tidak menjawab langsung. Ia hanya menatap Gracya dengan mata penuh ketakutan sebelum berbisik pelan, "Ada hal-hal yang lebih baik tetap tersembunyi dalam kegelapan."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Masa Lalu

Jerat Cinta Masa Lalu

Membalas pelukkan hangat wanita itu dalam rasa penasarannya. *** Laura menatap sendu pada sosok yang tengah terbaring lemah di atas tempat tidur itu dari sebuah kaca kecil yang tersemat di depan pintu sebuah kamar rawat. Beberapa alat penunjang hidup mengelilingi wanita itu. Sebuah tabung begitu tinggi berdiri kokoh di samping ranjangnya. Dan monitor pengamat denyut jantung seolah mengisi keheningan ruangan itu dengan suaranya. Di sisi lain, terdapat selang infuse yang tergantung dan menacap di pergelangan tangan wanita itu.
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
Pemagut Lara

Pemagut Lara

Dia berdiri, mendorong kursi itu mendekati kasur besar di tengah ruang. Menyalakan komunikator yang dianggap gelang biasa oleh semua keluarganya. Sosok gadis dengan pakaian ketat serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan kaki sampai batas leher muncul. Rambutnya dikuncir kuda, berkacamata dan bibirnya tebal. Dia hanya sistem. Selain sitem khusus di markas utama bernama Jelita, sistem di depannya dinamai Anggun.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Selir

Jerat Cinta Sang Selir

Seorang lelaki bertubuh tinggi dan kekar membungkuk, menarik belati yang tertancap itu kemudian mengelapnya dengan jubah dan kembali memasukkannya ke sarung pinggangnya. Tubuh Fjola gemetar. Air matanya menggenang di pelupuk. Meski begitu, ia dapat melihat lelaki yang memakai baju berlambang Negeri Veggur di depannya. Bekas luka yang menghiasi wajahnya tak bisa dilupakan Fjola. Apalagi tatapan matanya yang tajam, lebih tajam dari belati yang dihunuskannya tadi. “Ka-kau?”
1024.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 691 kali sebagai latar dalam
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
D'sparage Je
Banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari karakter Fjola ini. Cuman sedikit saran aja, ikuti perjalanan Nando merebut kembali Permata seribu dari tangan raja Lacodra dalam cerita The Destinable Of Light
IyoniAe
Hai, semua. Makasih udah baca novel ini. Ini merupakan novel pertama dari seri Fjola. Novel kedua, alias kelanjutannya sudah dapat di baca di GoodNovel dengan judul: Pesona Sang Peri. Lebih seru dan menegangkan.
Baca Semua Ulasan
CEO Tunggal Kaya Raya

CEO Tunggal Kaya Raya

Ting Lantai terbuka pas di lantai teratas dimana ruangan Gara berada, laki-laki itu kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruangan yang berada di pojokan sana. Dibukanya pintu itu, Gara menoleh ke arah gadis yang tengah duduk di sofa seraya mengetik di laptopnya itu. Mendengar pintu terbuka gadis itupun lantas menoleh pula ke arah sana, tepat netra keduanya bertemu buru-buru Delia mengalihkan pandangannya. Dilepasnya kacamata yang bertengger di wajahnya itu lantas berdiri ke arah Gara seraya menunduk.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Di tengah ruangan, ada sebuah altar batu, mirip dengan yang mereka lihat di ruang bawah tanah sebelumnya, tapi kali ini lebih besar, lebih tua. Dan di sana, di atas altar, terbaring tubuh Laras. "Laras!" Arga berteriak dan berlari mendekat. Dia melihat bahwa tubuh Laras masih bernafas, meski sangat lemah. Wajahnya pucat, dan matanya terpejam rapat. Di sekelilingnya, tali-tali tebal yang tampak seperti akar pohon membelit tubuhnya, menahannya di tempat.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai latar dalam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status