Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Betrayal

Betrayal

Semoga saja tidak pernah ***. Victor berjalan dengan tenang melewati lobby gedung perusahaannya. Walaupun Victor tidak menunjukkan ekspresi apapun, aura yang melingkupinya tetap hitam. Bahkan, seketika lobby menjadi sunyi begitu Victor memasukinya. Para staf hanya berada menundukkan kepalanya, terlalu segan untuk menyapa Victor. Menurut para karyawan, Victor hanya memiliki tiga ekspresi, yaitu santai, dingin, dan tanpa ekspresi—walaupun tanpa ekspresi harusnya tidak termasuk dalam ekspresi, namun bagi Victor, tanpa ekspresi merupakan sebuah ekspresi. Dari ketiga ekspresi tersebut, yang paling menyeramkan adalah wajah tanpa ekspresinya.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
Me

Me

Meskipun dia mengalami short memory, tapi dia tidak mampu menghilangkan kenangan buruk tersebut. “ Sayangku, sudahlah. Kami berada disini.” Ucap Callista menenangkan. Dia membelai rambut kusut Lea. “ Iya, tenanglah. Setidaknya, kita tahu kalau Jevanya ( cara membaca llevaña ) pelakunya.” Sahut Amanda. Mereka seakan-akan bergiliran menenangkan Lea, mata indah Lea mulai sedikit sembab. Dia mulai mengusap air matanya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
MAAF

MAAF

Cahyo terkekeh, “Aku bukan menolaknya, Na. Hanya saja aku sedang lelah saat ini.” entah, bahkan gairahnya pun seakan ikut sirna sekarang. Nana tertawa semakin lebar. Sambil mengeluarkan gunung kembarnya dari wadahnya, Nana menunduk dan bersiap menyenangkan Cahyo. Dia tahu, jika sedang lelah seperti ini, Cahyo tidak suka mengeluarkan banyak tenaga untuk mencapai pelepasannya, dan Nana akan selalu melayaninya
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
LILY

LILY

dengus Lily. “Hahaha ... kamu benar-benar lucu sekali sih,” ujar Rayhan dengan mencubit dua pipi chubby Lily. “Haish ... lepaskan tanganmu dari pipiku, ini sakit Ray,” ujar Lily. “Hahaha ... maaf,” ucap Rayhan.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
Lemon

Lemon

#4. Secret 🍋Selamat Membaca🍋 Canggung, itulah yang cocok untuk suasana saat ini. Beby tidak tahu kenapa Rehan bisa datang ke kontrakan dengan keadaan cukup mengenaskan. Wajah penuh lebam dan pakaian kusut. Rehan tengah mengompres lukanya sendiri dengan air es yang sudah Beby siapkan di tambah handuk kecil. Sesekali terdengar ringisan dari mulut Rehan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
Persona

Persona

"Lo? Ngapain lo?" ***
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
U

U

Aku masih menangis memikirkan ucapan teman-teman kelasku. "Kamu nggak jijik sama aku atau Yuda, Li?" ucapku. "Aku hanya jijik sama kotoran." Lia berucap sambil mengusap punggungku. "Dan bukan sama seorang teman." Kini aku menatap Lia yang sedang tersenyum. Melihat senyuman Lia membuatku semakin menangis, aku menangis karena ucapan Lia yang membuatku terharu. Aku kemudian memeluk Lia dengan erat.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

Wajah wanita berusia tiga puluh tiga tahun itu menegang. Lee Joon mengangkat kepalanya dan menyunggingkan senyum tipis. “Kau menemukanku, Noona[2]. Chukhahamnida[3]!” ucapnya dengan suara serak, lalu menutup mata dan tumbang ke lantai. ++++
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
Shadow

Shadow

ajak Luisha sambil memegang bahu Mauryn. Mauryn menengok tapi Luisha dan Bastian terkejut karena Mauryn berlinang air mata. "Ryn, kenapa?" Luisha langsung duduk lagi ditempatnya karna cemas pada Mauryn. "Hah?" Mauryn seakan baru sadar dari lamunan. "Ryn, kamu kenapa?" ulang Luisha. "Hah? Aku gak apa-apa," balas Mauryn sambil menggeleng. "Perasaan tadi filmnya lucu deh, kok kamu nangis Ryn?" tanya Bastian kepo.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

"Aku mau ke toilet. Kau juga akan menggendongku ke sana? Apa aku harus pipis di posisi ini? Di bajumu?" Hagan bungkam. Beberapa detik ia mengalihkan tatapan dari mata si istri. Amarah di sana mampu menciutkan nyalinya untuk sesaat. "Kau bisa marah ternyata." Max berkomentar. "Dan mengerikan," timpalnya seraya terkikik pelan. Hagan tampak sama terkejutnya dengan ia. "Jawab?! Aku harus buang air kecil di gendonganmu juga?" Liara tak menggubris lelucon atau sindiran Max. Ia tak peduli. Perempuan itu ada di batas kesabaran atas tingkah sang suami.
9.534.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai laughter
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status