Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kemilau Senja

Kemilau Senja

tanya Paman Sam, yang melihatku murung, mendengar candanya tadi. "Enggak apa-apa kok, Paman Sam pasti ke sini membawakanku bubur ayam yang super lezat itu 'kan?" ucapku dengan senyum semringah, seperti anak kecil yang senang diberi ice cream. "Iya, ini tadi Paman bawa bubur ayamnya agak banyak, ya sekarang kan ada orang baru di rumah, biar bisa ikut menikmati bubur buatan Bibi ini juga, Nak Nando juga suka bubur ayam 'kan?" ujar Paman Sam sembari memberikan dua rantang bubur ayam.
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua

Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua

Suaranya berat, serak oleh emosi yang mengalir. Harsa menarik napas dalam, membiarkan dirinya larut dalam setiap sentuhan. Jemari Rajendra menyusuri punggungnya perlahan, menciptakan aliran listrik yang menyebar di seluruh tubuhnya. Malam semakin larut, bintang-bintang di langit seolah menjadi saksi keintiman yang semakin dalam. Di gazebo yang dikelilingi oleh taman luas itu, hanya ada mereka berdua—terjebak dalam pusaran rasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
756 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Bara pun memberi nama tempat itu dengan nama Lembah Lu Shi. Sementara itu, berjarak sangat jauh dari lembah Lu Shi dan pegunungan Kahiyang, Jung Seo menempati sebuah tempat yang gersang seperti gurun pasir. Meski terlihat gersang seperti gurun pasir pada umumnya, di tempat tersebut sama sekali tidaklah panas seperti yang terlihat oleh mata. Jung Seo menyukai tempat yang gersang sehingga tempat itu pun diberi nama Gurun Seo.
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

"Tumben? Kemarin-kemarin kita bertahan lebih dari satu hari. Bukannya kita baru sampai tadi malam?" "Perasaanku mulai tidak nyaman soal daerah ini. Sebaiknya kita cepat berpindah– lagipula masih ada lebih banyak tempat aman untuk ditinggali lebih dari 1 hari. Lebih cepat ketemu akan lebih baik kan? Terlalu banyak berpindah juga membuat kita lebih cepat lelah meski tak ada pilihan lain," Calum mengambil batok kelapa di samping api pembakaran, mengecek isinya sebentar sebelum meminum airnya, "Kita tetap akan menyusuri sungai sebagai jalur utama, semoga tidak jauh."
901 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Pantas saja, perjalanan dari rumah terasa cukup jauh, ternyata Sae membawaku ke LIPO Karawaci. Selama melintasi jalur masuk, aku mendapati pohon ambon yang tertanam rapi di sisi jalan. Dari ujung jalur masuk sampai ke sudut pandangan di depan, pohon rimbun warna hijau itu cukup membuat suasana menjadi terasa sejuk. Mataku teduh dibuatnya. Belum lagi daun-daun ambon yang gugur tertiup angin. Aku merasa tengah berada dalam drama Korea.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Waktu itu aku tak ambil pusing saat melihat seseorang masuk ke sana, tapi kini rasa penasaranku bergejolak saat mengenali siapa orang yang masuk ke kebun tebu tersebut. Itu adalah Lek Sutar. Apa yang lelaki itu lakukan di kebun tebu yang amat sangat jarang dimasuki orang asing kecuali pekerja itu? Entah dapat keberanian dari mana, aku langsung memarkirkan motor di depan pagar rumah Fatih, lalu secepat kilat mengikuti langkah Lek Sutar yang sudah masuk ke areal perkebunan. Dengan langkah sepelan mungkin aku mengikuti jejak lelaki itu sembari terus bersembunyi di balik rimbun pohon tebu.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

duga Lembu. "Beruntungnya mereka tidak mencurigai kita sebelumnya, tapi aneh juga kenapa tidak melawan. Padahal mereka pendekar!" kata Suro. "Kita harus menjaga ketat mereka. Kalau perlu berikan racun pelemah agar tidak bisa melawan!" Setelah mendengar pembicaraan orang-orang tersebut Bayu kembali lagi ke bangunan kurungan. Kemunculannya yang tiba-tiba membuat sang Prabu terkejut.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

Ingin secepatnya Suro Joyo melihat ibunya bisa berjalan dan melakukan apa saja dengan kedua kakinya. Masalahnya aku tidak tahu jalan paling dekat menuju puncak gunung. Suro Joyo berkata dalam hati. Ini ada jalan bercabang. Satu menuju ke arah tenggara. Satunya menuju arah timur laut. Di antara dua jalan ini, mana yang paling cepat menuju puncak Gunung Sumbing?
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
Pendekar Naga Biru

Pendekar Naga Biru

ujar Rinjani. Lembah Suram memang sangat suram dan tidak tampak adanya kehidupan sama sekali. Pepohonan di dasar lembah ini kebanyakan adalah pepohonan tua atau yang sudah mati. Sangat berbeda jauh dengan pepohonan di atasnya yang hijau dan rimbun. “Kenapa ada daerah seperti ini ya di Pulau Pendekar?” tanya Liu Yu. “Aku juga tidak tahu Liu Yu ... mungkin dahulu ada kejadian aneh di lembah ini yang membuat daerah lembah ini sangat suram!” ujar Candaka.
9.8242.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai lembu suro
Tampilkan Ulasan (60)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Zhu Phi
Halo semuanya ... Pendekar Naga Biru sudah akan tamat beberapa episode lagi. Pertempuran besar dan pertarungan besar akan terjadi di akhir rpisode ini. pertempuran besar seperti apa, tetap stay tuned ya untuk mengetahuinya. Terima kasih ya untuk pembaca setia Pendekar Naga Biru ini. Salam Pendekar.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Seolah tahu apa yang Bima pikirkan, wanita cantik itu pun berkata. "Tempat ini adalah Lembah Kupu-Kupu, tempat berkumpulnya para tabib di negara Angin Timur, banyak orang juga mengatakan ini Lembah Penyembuhan. Terserah kamu mau menyebut yang mana. Saat ini lukamu masih parah, dan aku masih belum berani melepaskan titik meridian mu. Jadi bersabarlah beberapa hari lagi," kata wanita cantik itu lalu tangannya meraba tubuh Bima dari dada hingga ke perut. Saat tangan lembut itu meraba tubuhnya, Bima bisa merasakan hawa hangat yang masuk ke dalam tubuhnya. Dari tangannya itu memancarkan aura hijau.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 417 kali sebagai lembu suro
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status