Gairah Liar Istriku
Tangannya bergetar, matanya kosong menatap lumpur.
“Aku masih hidup…” suaranya datar, tanpa emosi. “Untuk apa?”
Ia tertawa lirih, tawa yang pecah di udara dingin, sebuah pertanyaan retoris yang menggantung. “Untuk apa…”
Hening lagi. Lalu matanya bergerak, sorotnya berubah. Ada sesuatu di sana—perpaduan antara dendam, cinta yang menyakitkan, dan kehampaan yang tak tersembuhkan. Keinginan untuk bertahan telah menggantikan keinginan untuk mati.