Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nameless Love

Nameless Love

"Wah... Kamu ingat kejadiannya. Tapi sayang sekali, aku sudah banyak sekali menabrak orang. Jadi tidak tahu siapa saja orang tersebut.'' Aku tertawa mendengarnya. Lucu sekali dia. Ku lihat di pun ikut tertawa. Manis sekali, apalagi wajahnya terkena sinar sang senja dari balik jendela. "Siapa namamu?" tanyanya "Nimas, Nimas Khairun Nisa'. Kamu?" "Aku, Rayhan Ahmad. Senang berkenalan denganmu." Dia tidak menjelujurkan tangannya saat menanyakan nama. Tidak seperti orang pada umumnya. Bagus juga, dengan begitu aku tidak perlu memberikan alasan untuk menolak uluran tangannya. "Kamu teman pertamaku di hari pertama aku masuk kampus. Semoga kamu betah denganku," ujarnya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
Cinta CEO Kembar

Cinta CEO Kembar

​Memori Pertama ​Medina membuka sesi pertama pemulihan memori dengan pertanyaan bebas. ​“Kau ingin tahu tentang masa lalumu di SMA,” kata Medina. “Coba ingat, apa pun hal yang paling samar tentang masa SMA-mu. Kejadian, orang, tempat.” ​Shinji memejamkan mata, memaksakan diri. Rasa sakit berdenyut di dahinya, tapi ia mengabaikannya. ​“Aku ingat… saat aku baru masuk SMA, kelas satu,” ujar Shinji pelan, suaranya sedikit tegang. “Aku… aku ada di lapangan. Lapangan basket. Aku sedang… bermain basket.”
902 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
Memori Yang Menghukum

Memori Yang Menghukum

katanya, menginjak pedal gas sekuat tenaga, membawa mereka menembus hujan. Sandra membuka matanya perlahan, memandang langit-langit rumah sakit yang putih. Serpihan memori mulai bermunculan, menyeretnya kembali ke masa lalu yang buram. Ia mencoba melawan rasa takut yang muncul bersama bayangan itu, tapi kenangan itu menyerang begitu kuat hingga ia merasa seperti terjebak dalam waktu.
847 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

"Kata nyokap, beliau takut kalo gue ketemu kalian terutama Juna, ingatan gue langsung balik, dan tubuh sama otak gue nggak bisa nahan semuanya." Diva menatap pria yang dicintainya sekilas saat menyebut namanya. Juna duduk di single sofa di sebelah Arsyi. "Dokter gue bilang kalo otak gue masih nolak ingatan masa lalu gue, makanya gue selalu mimisan juga sakit kepala kalo ada sesuatu yang gue ingat. Bahkan gue sempat pingsan pas pertama kali ingat muka Juna."
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
Memories in High School

Memories in High School

Sama seperti Rey dan sahabat-sahabatnya, mereka hari ini berencana ingin menyelesaikan semua masalah yang ada dengan geng Alastar. Tapi sebelum itu, mereka semua berencana untuk mencari anggota baru terlebih dahulu. Yaitu Liya dan Gema, sebagai anggota baru dari geng Stranger. Terlebih dahulu mereka menunggu kedatangan Liya dan Gema di parkiran sekolah. Liya adalah atlet Muay Thai, sementara Gema hanya murid biasa.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
Bintang Tenggelam

Bintang Tenggelam

Ini adalah kisahku yang akhirnya, karena pada entah bagaimana kita harus menerima semuanya dengan tangan terbuka dan merangkulnya, meski luka menancap tanpa bertanya dan berkata 'Aku berharap hanya semoga aku selalu dikenang oleh semua orang'. -Lintang Cahaya *** Sinar mentari memasuki jendela kamarku yang memantulkan sinar terang ke arah wajahku dan beberapa kali aku mengerjapkan kedua mataku, karena silau.
9.93.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
(UN)REMEMBER (Indonesia)

(UN)REMEMBER (Indonesia)

sebuah smirk muncul dari wajah datar laki-laki yang telah mengganggu tidur Esa tersebut. Esa mendelik tajam. "Lalu apa urusannya denganmu Juno?" "Tidak ada, aku hanya terganggu melihat kau tidur nyenyak." jawab anak yang bernama Juno tersebut. "Sekolah ini milik nenekku, kurasa tidak hanya tidur nyenyak tapi apapun bisa aku lakukan disini." ucap Esa dengan sombong.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

kata Michelle padaku. Aku tak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Aku kira mereka tak punya nama. Dan elemen yang ada di tubuhku ini, adalah hanya datang begitu saja. "Baiklah angin, apa kamu punya nama?" tanyaku, sebuah pertanyaan yang aku ajukan dalam pikiranku sendiri. "Namaku Lotz," sebuah bisikan terdengar di telingaku dengan halus. Hah? Ternyata Benar. Aku bisa tahu diberitahu nama mereka.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai light novel unnamed memory
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
DOSA TERINDAH

DOSA TERINDAH

Kurasa ia melihat mataku yang berkabut. “Aku akan menemukan sendiri ingatan itu,” gumamnya lagi. Bersambung. Catatan: cari sendiri WOT artinya apa ya. Oiya, aku baru saja menamatkan salah satu novelku di sini, judulnya AKU TANPAMU. Baca juga, ya.
9.8211.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
Aku Suka Kamu, Tapi ....

Aku Suka Kamu, Tapi ....

Namun, Rayna sama sepertinya yang tidak mengenal pemuda culun ini. “Si-apa ….” Pemuda berkaca mata langsung mengubah posisi tubuhnya. Ia lalu mengapai tangan Sena dan mengenggamnya erat-erat. “Kak Adit sudah bilang kemarin, katanya kamu mengalami amnesia.” Pemuda yang sama mengambil napas. “Aku Uno. Kita berada di tahun dan kelas yang sama.” Sena mengangguk, mulutnya membulat tanpa suara.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai light novel unnamed memory
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status