Love, Lies, and The Price of Desire
Rinjani mengerjap, menjawab dengan ragu, “I… Iya... Tapi, aku sudah lama tidak mendesain seperti itu, Lila. Aku tidak tahu apa aku siap untuk yang sekelas itu.”
“Justru karena itu kamu sempurna,” tukas Lila, suaranya penuh percaya diri. “Perspektif yang segar, bebas kontaminasi, itu yang kucari.”
Lila melirik jam tangannya. “Oh sial! Aku hampir lupa waktu! Aku harus kembali ke kantor.”
Rinjani tersenyum hangat. “Tentu saja, Lila. Tak perlu sungkan, aku paham.”
Hot Chapters