Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Liara

Liara

balas Hagan bersamaan dengan gerakannya yang membuat mereka jatuh ke atas ranjang. *** Liara menggeliat, matanya mulai terbuka. Perempuan itu mendapati diri masih terbaring di atas ranjang, sendirian. Menarik selimut hingga dada, ia mengubah posisi menjadi menyamping. Di hadapan ada sebuah jendela. Dari balik tirai krem di sana, Liara bisa melihat bahwa di luar sudah gelap. Tatapan perempuan itu masih di sana, tetapi pikirannya sudah berjalan jauh. Ia bertanya pada diri sendiri. Apa yang saat ini dirasa?
9.534.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 940 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
Lilac Calilac Tale

Lilac Calilac Tale

KRIEKKK Mina sudah hampir melempar guling ke arah Yuta yang mencoba menirukan gaya mamanya jika sedang marah saat pintu kamar Lilac terbuka. Yang datang ternyata sang pemilik kamar. Lilac, gadis itu baru saja pulang dengan wajah kusut masai. Kemana saja gadis itu hingga dua jam seusai bel pulang sekolah baru sampai di rumahnya. “KENAPA SI TUYUL INI BISA KESINI SIHHH!!?” Teriak Lilac keras memasang wajah horor ke arah Yuta.
104.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 155 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
Dilahirkan Kembali sebagai Anak Musuh

Dilahirkan Kembali sebagai Anak Musuh

ucapnya pelan, nyaris berbisik. Vincent tersenyum kecil melihat ekspresi Lilith. Ia melangkah mundur, lalu membalikkan badan. “Aku pergi dulu. Sampai jumpa besok,” katanya sambil melambaikan tangan. Lilith masih memandangi bunga mawar di tangannya, rona merah belum surut dari wajahnya. Ia hendak kembali ke ruangannya ketika seseorang memanggil namanya.
876 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
Kekuatan Harvey York untuk Bangkit

Kekuatan Harvey York untuk Bangkit

Lilian terlihat berjalan keluar dengan balutan gaun dengan tampilan yang dingin. Dia tidak hanya kehilangan saham Hearthstone Corporation, dia bahkan ditampar wajahnya. Itu sebabnya dia dalam suasana hati yang buruk pada saat itu. Dia lebih mudah marah dari biasanya setelah terbangun dari tidurnya. Lilian tertawa dingin setelah melihat wajah Rachel. "Oh? Bukankah kau pelayan b*jingan itu atau semacamnya?” "Apa?" "Kapan anjing mendapatkan hak menggonggong untuk tuannya?"
9.139.5M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0M Beses bilang lilith 2
Ipakita ang mga Review (17437)
Read
+Library
Yohanes Agung
Pg bosquu , ke inget trus sdh ada blum nih kelanjutan nya ........., ternyata begitu dibuka blum ada .., ayo dong .., buatlah kepuasan pembaca.., mumpung pada liburan .., krn begitu sdh masuk kerja lagi .., saya pastikan , pembaca sdh sibuk bekerja lagi…, karena situasi lagi gak musim duit ............
Ozinita
...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️
Basahin ang Lahat ng Review
Second Love

Second Love

Kemudian menutup kedua mata Nathan dengan tangan mungilnya. Nathan sedikit terlonjak saat tiba-tiba saja, dua tangan mungil menutup kedua matanya. Sebelumnya, tidak qda seorang pun yang beranu melakukannya. Apakah ia adalah orang terdekat Nathan? Tapi siapa? Kemungkinan terburuk adalah Wilda. Wanita itu tidak pernah memiliki sopan santun sedikit pun. Namun, jika dari parfumnya, dia buka Wilda. Wanginya sangat segar dan mengenangkan. Tidak menusuk seperti parfum yang dikenakan oleh Wilda.
1010.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 302 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
Lelaki Kedua

Lelaki Kedua

Lilyana melemparkan kembali tisu yang baru saja ia pungut dengan wajah memerah. “Lha, emang gue nyuruh lo?!” sahut Luisya nggak kalah garang. Gadis itu menyeka air matanya kasar dengan punggung tangan. Menatap tajam sahabatnya. “Ya kan nggak enak diliatnya.” Lily manyun. “Enakin aja lah. Kamar kamar gue.” Aku menatap mereka berdua takjub. Keabsurd an yang hakiki.
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 224 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
The Darkest Secret of LILY

The Darkest Secret of LILY

Batin Sean, sambil sesekali menyeruput air putih didalam gelas yang ia bawa sedari tadi. Lily was a little girl~ Lagu Alan Walker yang berjudul Lily mengalun dari hanpdhone-nya, pertanda ada seorang spesial yang meneleponnya. Sean melihat ke layar handphone dan ia menyadari itu adalah nama yang selalu ia rindukan. “Hi” ucap suara diseberang sana. “Hai” Jawab Sean kaku. Pandangannya lurus kearah meja makan. Tidak tahu apa yang harus dia katakan.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
Kali Kedua

Kali Kedua

❤ Rina Aku mengedip-ngedipkan kedua mataku, saat merasa ada seseorang yang kini sedang mengusap lembut puncak kepalaku. "Hai Rin. Ini aku, Gita. Aku udah datang." Aku langsung mendudukan diriku, setelah berhasil membuka kedua mataku. Dan aku baru sadar, bahwa ternyata, tadi, aku sampai ikut tertidur ketika berusaha menenangkan tangisan Elysia.
1019.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 461 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
LUCID DREAM

LUCID DREAM

Wanita itu masih dendam atas kekalahannya dan masih tidak mau menerima kenyataan yang terjadi. Livia meletakkan gelas teh yang tadi diseruputnya, lalu mengetuk pelan meja kecil yang ada di hadapannya. "Sumber kelemahan ratu sudah tiba, haruskah aku mulai menyerang lansung..." Livia melirik jendela yang diluar terdapat balkon tempat burung-burung singgah. "Atau menyerang dengan perlahan sampai tidak ada satupun yang menyadarinya." Setelah mengucapkan kalimat itu, burung-burung yang tadinya singgah kini beterbangan searah menuju utara.
103.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 100 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
Di Antara Dua Cinta

Di Antara Dua Cinta

"Nggak ada apa-apa, Nin. Kamu belum tidur?" Sudut bibirnya berkedut menahan senyuman. Nindi tahu wanita itu menyembunyikan sesuatu. Akhirnya Nindi memilih duduk di tepi ranjangnya, membuat Sinta yang semula sedang berbaring kini mengubah posisinya menjadi duduk. "Masa sih nggak ada apa-apa?" Seringai nakal muncul di wajah Nindi. "Kalau nggak ada apa-apa, kenapa ponselnya diumpetin?"
492 viewsOngoingIdinagdag sa Library 15 Beses bilang lilith 2
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status