Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lusia

Lusia

Itu tempat Lusia berkeliling. “Ah... jadi ini jendela besar yang sering aku lihat,” gumam Lusia, kakinya melangkah lebih jauh, menyusuri lorong lantai dua. Tidak ada apa – apa di sini, Lusia hanya melihat kekosongan. Wajah Lusia berkerut, dahinya tertaut. Bangunan ini punya banyak ruangan, dan sangat aneh karena sekarang, Lusia tidak menemukan pintu berjejeran.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai lilith 2
Baca
+Pustaka
𝙶𝙰𝙳𝙸𝚂 16 𝙼

𝙶𝙰𝙳𝙸𝚂 16 𝙼

Walaupun masa depan Sisi sudah terjamin nantinya, tapi Lili takut saja jika sepeninggal dirinya nanti, Sisi akan mengalami banyak rintangan. Suara deringan yang berasal dari smartphone pribadinya membuat Lili dengan gerakan cepat mematikan kompornya. Lili memang sengaja memakai dua ponsel. Dan kali ini benda pipih berwarna hitam itu tampak berdering dan menampilkan nama pemanggil. Albert calling... "Ya, Al!" sapa Lili setelah menggeser tombol berwarna hijau pada layar ponselnya.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai lilith 2
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Dua orang sudah tumbang. “Hahahaa! Angkat tangan, kalo mau selamat! Atau, perempuan ini gue tembak!” ancamnya. Menodongkan pistol kepelipis Izza. Tentu pemuda itu panik dan segera mengangkat tangan sesuai perintahnya. “Bugh!” “Perbuatan rendahan, menyerang lawan setelah angkat tangan,” darah segar keluar dari mulutnya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai lilith 2
Baca
+Pustaka
Kamalila (Kama & Kalila)

Kamalila (Kama & Kalila)

Ibu Lisa mengikuti Kama yang berjalan menuju kamar Kalila dan meletakkan gadis itu dengan perlahan di atas ranjang. "Tubuhnya mulai demam Tan, maaf ya Kama buat Kalila sakit" Kama menatap Ibu Lisa yang tersenyum dan menggeleng pelan "tidak apa Kama, bukan salah kamu. Terimakasih ya sudah mengantar Kalila"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai lilith 2
Baca
+Pustaka
BUNGA KEDUA

BUNGA KEDUA

tanya Vera “Dasar wanita munafik!” ucap Fiona dan langsung pergi meninggalkan Vera. “Fiona, kita belum selesai bicara!” Vera merasa sangat kesal dengan ucapan Fiona tadi. Malam hari pun tiba, kini acara demi acara sudah terselesaikan. Semua tamu undangan sudah pulang, termasuk Vera dan juga Nathan. Kini Bunga dan juga Reno berada di dalam kamar hotel dan hendak melakukan malam yang seharusnya menjadi malam pertama mereka.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai lilith 2
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Darah yang terus merembes di kedua pahanya membuat wajah Lili memucat, rasa nyeri pun semakin menyiksanya. Pertarungan itu terlihat masih imbang, namun Lili berusaha untuk menahan rasa sakitnya. Lili seorang Balancer, dia bisa mengendalikan lebih dari satu elemen. Saat ini dia sudah benar-benar terdesak, Lili mengeluarkan kemampuannya mengendalikan api, lalu dengan sisa tenaganya dari kedua tanganya menyembur api yang besar dan di arah kan untuk membakar tubuh Robert. Mendapat serangan mendadak dengan elemen ap., Robert secepat kilat menghindar dan menjauh. Kesempatan itu dimampaatkan oleh Lili.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai lilith 2
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
Sisi Liar Mematikan!

Sisi Liar Mematikan!

Erlangga masih memilin kedua puting Mirna, sementara Mirna menatap wajah Erlangga dengan tatapan pasrah dan penuh birahi. “Er, emh, aku sangat puas sekali, oukh, ssshh, Er.” “Mirna! Kamu sungguh sangat liar dan gila!” puji Erlangga sambil terus menggempur lubang senggama Mirna. “Er, aku, emh, aku hampir muncrat lagi, oookhhhhh!” Mirna menjerit sambil menggigit bibir bawahnya. Tidak lama setelah itu Erlangga melihat cairan Mirna meleleh lagi dari lubangnya yang kecil dan merah yang sampai detik ini masih dia gesek itu.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai lilith 2
Baca
+Pustaka
Saat Lilin Menyala, Cinta Padam

Saat Lilin Menyala, Cinta Padam

“Aku nggak sentuh Rhea.” Dia mencekik leher gadis itu dan berkata dengan kening berkerut, “Istriku mana bisa dibandingkan denganmu yang begitu genit.” Sallie sama sekali tidak merasa terhina, malah dengan bangga menyodorkan tubuhnya ke arah Felix. “Oke. Kalau begitu, kamu itu milikku.” “Jangan nangis kamu malam ini.” Setelahnya, kedua orang itu buru-buru berjalan masuk ke area kompleks dan menghilang. Video itu juga terhenti di sana.
14.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai lilith 2
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

Ting! Dering ponsel membuyarkan lamunan Keisha, membuat perempuan itu menoleh ke arah nakas di samping tempat tidur, lalu meraih ponselnya dari sana. “Nomor baru?” gumamnya, membaca notifikasi pesan masuk yang berisi foto. Keisha lantas membuka pesan tersebut. Dan jantungnya mencelos seketika melihat isi pesan itu.
81.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai lilith 2
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status