Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
I'm Sorry Laras

I'm Sorry Laras

Tanpa sepatah kata lagi, ia melangkah keluar, pintu tertutup dengan bunyi pelan yang terasa seperti palu menghantam hati Laras. Ruang tamu kembali sunyi, hanya suara gemerisik angin malam yang menyelinap melalui celah jendela. Laras terduduk, tubuhnya lemas seolah tulang-tulangnya telah mencair. Ratna dan Raka saling berpandangan, senyum kemenangan mereka bersinar dalam kegelapan, penuh kepuasan yang tak tersembunyi. Ratna melangkah mendekat, menunduk hingga wajahnya hanya beberapa inci dari Laras yang masih terpuruk di lantai. “Laras, Laras…” ucapnya dengan nada manis yang dipenuhi racun, “akhirnya Damar membencimu juga. Jadi sahaku selama ini tak sia-sia.”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

“Kami tahu bagaimana rasanya kehilangan juga. Kami juga melihat Lembah Celing terbakar. Kami tahu rasa takut. Tapi rasa kami tak kalah sahihnya.” Beberapa orang dewasa tertunduk. Beberapa masih mencoba bersikap defensif. Kemudian, suara kecil memecah beban. “Aku ingin rumah dari daun,” kata Luma polos, “dan setiap orang boleh masuk ke situ.” Tawa kecil muncul. Lalu Bu Senja mengulurkan tangannya, mengambil tongkat batu. Dia menggenggamnya dengan hati-hati seolah-olah benda itu bisa pecah jika didekap terlalu erat.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Wanita Rahasia Dokter Arogan

Wanita Rahasia Dokter Arogan

Pertanyaan yang terlontar dari suara bariton dengan nada rendah yang memabukan. "Apa ... tidak sebaiknya kita mengakhiri, semua ini?" tanya Lara memberanikan diri, kalimatnya terbata, manik matanya ragu. Senyum itu berubah menjadi dengusan sebal, Aksa menertawakan kalimat Lara yang terdengar lucu. Ia memindai tubuh Lara dari ujung ke ujung. Lara berusaha tak mau terlihat lemah, namun detik di mana mata keduanya saling bertaut, Lara kalah. Ia yang pertama kali melarikan diri dari tautan itu.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

tegas Tiara. Nanta pun tak berkata lagi. Percuma menyadarkan seseorang yang sedang kasmaran. Dia berdiri memandang mentari yang sebentar lagi akan benar benar meninggalkan hari. 'Senja memang indah, seindah orang yang menyukainya' batin Nanta. Saat matahari benar-benar telah tenggelam, Nanta dan Tiara pulang. Sepanjang perjalanan mereka tak saling bicara, hanya bunyi langkah kaki yang menemani.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Bagas merangkum wajah basah Sesil dengan kedua tangannya. "Saya mau mati saja, Mas. Saya mau mati saja," erang Lara dengan suara terengah. "Selama ada saya, saya tidak akan mengizinkanmu mati. Katakan Sesil, ada apa? Mari kita duduk bersama dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada."
1043.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin

“Kau tahu, Pras. Dulu aku tidak pernah minta rumah megah, perhiasan mahal, atau pesta yang gemerlap. Aku hanya ingin kau pulang. Aku hanya ingin kau ingat wajahku saat kau tersenyum pada dunia.” Prasetya menutup wajahnya dengan telapak tangan. Tangisnya pecah, suara yang tak pernah Lara dengar selama bertahun-tahun. “Semua janji itu… semua kata manis itu… hanya serpihan kaca yang kau lempar ke wajahku. Kau bahkan tak melihat darahnya,” lanjut Lara, suaranya makin lirih, makin menusuk.
9.418.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 585 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Mantan Tampanku Di Pintu Sebelah

Mantan Tampanku Di Pintu Sebelah

sambung Laras "Ayolah Laras sadarlah ... kamu hanya temannya tidak lebih, berhentilah karena kamu menyakiti perasaanmu sendiri. Cinta bertepuk sebelah tangan tak semanis yang kamu impikan." Laras kemudian mematikan panggilannya sepihak. Seina hanya menyeringai melihat kelakuan teman Arya. Tak lama Arya datang sambil membawa dua piring serta sendok lagi. "Ada apa, sayang?" tanya Arya. Seina kemudian membuka rekaman percakapan Laras dan dirinya, agar Arya tahu apa yang dikatakan oleh Laras. "Aku tahu wanita seperti apa dia, aku yakin dia menjelekkan aku kepada teman-temanmu."
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
are we in love yet?

are we in love yet?

ucap Akew “ambil aja” ucap Rey tiba-tiba membuat Lara menoleh ke arahnya dengan raut wajah yang kesal, “Rey! Kamu ga mihak aku sih” ucap Lara dengan tensi sedikit naik, “ya aku pengen lihat dan denger kamu nyanyi” ucap Rey membela diri karena sesaat lagi Lara akan berdiri dan mengoceh panjang jika merasa dirinya diperlakukan tidak adil atau seenaknya, “Rey! Kamu mau liat dan denger aku nyanyi kan? Sekarang juga aku bisa kasih itu, disini di pujas aku bisa ngelakuin itu. Ga perlu kamu tunggu aku tampil di dies natalis, it’s doesn’t make sense” ucap Lara sambil berdiri dan hampir setiap mata tertuju kepadanya
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Lara tarik napas dalam, suara kecil tapi penuh api. “Dari Kemang ke RS… hujan bawa adik pulang…” Lara lullaby Bali Rain, suara jernih naik dua oktaf. “Tidur di pelukanku… suara keempat kita…” Lara nada melankolis tapi penuh harapan. “Empat suara… bareng di panggung…” Naya harmoni lemah dari ranjang. “Mama jalan lagi… buat Baby Rain…” Ratna chorus serak dari walker.
925 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Pinta Mas Gala. “Pasti Mas.” Jawab Lara dengan sisa senyuman yang masih melengkung di bibirnya. Setelah percakapan tentang pertemuan dan rencana perjalanan keliling Nusantara, mereka berdua tak lagi membincangkan hal-hal berat. Jenggala dan Lara lebih banyak mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, meskipun keduanya sudah tahu persis bagaimana rincian rasa cinta mereka berdua. Malam itu, mereka jatuh tertidur dengan taman bunga yang bermekaran di hati, semerbak wanginya membawa mereka ke alam yang indah.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status