Antara Cinta dan Luka
Kita butuh suara chorus kamu.
Malam itu, apartemen Juilliard, pukul 22:47. Bau kopi dingin, pizza basi, dan air mata. Lara duduk di piano, jari mengetuk tuts G minor. Naya di sofa, hoodie basah air mata. Rian di balkon, gitar akustik, menyetel senar pelan. Rain tidur di bouncer. Maya di kamar, gitar kayu tua, latihan harmoni pelan.
Lara buka mulut, suara pecah. Aku mau pulang ke Jakarta. Aku mau Mama Ratna sembuh. Aku mau… hujan.