Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Tak Sebodoh yang Kau Kira

Aku Tak Sebodoh yang Kau Kira

"Aku tahu aku tak bisa menyingkirkan kamu dari hidup suamiku, tapi setidaknya kau gunakan otakmu untuk menghormati orang lain. Bagaimana pun aku adalah istri sah dan kau pelakor yang selamanya tak akan diakui." "Jangan terlalu percaya diri, statusmu saja istrinya, tapi kau tak pernah memiliki cinta Revan." Wanita itu melengos dan beranjak pergi begitu saja. Orang orang semakin sinis menatapnya tapi dasar manusia tak punya harga diri, dia tetap melenggang santai tanpa peduli.
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 873 kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

"Apa kau mengkhawatirkanku?" Aku menggigit bibir, air mata duka mengalir di mataku. "Kau istriku, kalau aku tidak mengkhawatirkanmu, siapa yang harus kukhawatirkan? Semua orang di Amirik tahu kau adalah nyawaku. Apalagi kau sedang mengandung." Hidungku langsung terasa masam... Fendy, apa kamu benar-benar mengkhawatirkanku, atau kau khawatir transplantasi sumsum tulang Linda akan tertunda setelah terjadi sesuatu padaku...
22.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu

Anak itu menyandarkan kepalanya di dada Zivanya dan perlahan-lahan memejamkan mata kemudian tertidur pulas dalam pelukan hangat ibunya. Sepanjang sisa perjalanan, Zivanya menghabiskan waktu dengan melamun sembari memandangi pendar lampu-lampu jalanan. Saat sebuah lagu mengalun dari audio mobil, lamunan Zivanya semakin dalam mendengar liriknya. Lagu bertempo lambat itu terus mengalun, mengisi rongga dada Zivanya dengan rasa sesak yang kian menghimpit. “All good boys go to heaven. But bad boys bring heaven to you.”
9.973.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai lirik ignorance
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Aurora Aurora
ZI.. ITU SI ARIYANASUE SAMA DOKTER YG OPERASI ZIVA SECARA PAKSA KENA PASAL ZI...!!! KENA PERUNDANG-UNDANGAN TENTANG KESEHATAN PASAL 293 MAAF KALO SALAH SOALNYA DIRIKU BUKAN ORANG HUKUM... IBUNYA PUNYA HAK INTEGRITAS UNTUK MENOLAK..!!! KECUALI KEADAAN NYA MEMANG DARURAT MENYANGKUT NYAWA SALAH SATUNYA,
Puput Oktaria
sakit hati bgt pas bagian Aira mau lahiran dipeluk dan diciumi Ariyan dan yg nyetirin Zivanya. gila ikutan nangis kejer... kok bs suami gila kyk gtu. pokok Zivanya hrus nikah sma Kaivan thor. gk mau tahu pokoknya mereka ber2 harus bersatu dan bahagia. Ariyan yg penyakitan hrus lihat Kai-Zi bahagia.
Baca Semua Ulasan
PEMBALASAN LILIYA : DENDAM BERDARAH PUTRI MAFIA

PEMBALASAN LILIYA : DENDAM BERDARAH PUTRI MAFIA

“Senyumlah, Liliya. Dunia ini butuh cahayamu. Jangan biarkan kesedihan ini memadamkannya.” Liliya tak sanggup bicara. Air matanya terus jatuh. “Tolong ... jangan pergi lagi,” “Sudah waktunya,” ujar Igor dengan lembut. Cahaya di sekitarnya mulai pudar, tubuhnya perlahan menjadi transparan. Liliya mencoba meraihnya. “Igor!” Sosok itu tersenyum, dan dengan suara terakhir yang Liliya dengar dalam mimpinya, Igor berbisik, “
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Aaron berteriak frustrasi. Putri Timur menutup matanya, mengangkat wajahnya ke langit. Ia mulai menyanyikan sebuah lagu—bahasa yang tidak dikenali siapapun di sana. Suaranya bening, tapi menyakitkan, seperti mengingatkan setiap pendengar pada kehilangan terbesar mereka. Ilham yang sedang bertarung bahkan sempat terpaku. "Apa… ini?" Lelana menjawab lirih, "Itu lagu pemanggilan roh naga. Lagu terakhir."
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Naira menatap Lira dengan tatapan tegas—seolah tahu waktu mereka hampir habis. “Cepatlah, Lira. Dunia sedang menunggu kalimat pertamamu.” Lira menggenggam pena cahaya yang muncul di udara, lalu menatap halaman emas di tangannya. Tangan kecilnya bergetar, tapi matanya tak lagi ragu. Dengan napas tertahan, ia menulis satu kalimat pertama yang keluar dari hatinya: “Tidak ada gerbang yang benar-benar tertutup bagi jiwa yang ingin pulang.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

You don't have to say a word You don't even have to speak I can see pain in your eyes The sorrow that you keep (Kau tak harus katakan sepatah kata Kau pun tak harus berbicara Kudapat melihat luka di matamu Kesengsaraan yang kau simpan) You think that no one notices The sadness that you hide But I can see straight through your mask Those lonely nights you cried (Kau pikir tiada orang yang memperhatikan
1088.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
Tanpa Ku Tahu Aku Dijadikan yang Kedua

Tanpa Ku Tahu Aku Dijadikan yang Kedua

Sekarang giliran Jonathan yang menghina. "Meskipun mungkin akhirnya aku menjadi miskin tetapi setidaknya aku masih punya kepandaian. Aku bukan anak kemarin sore yang baru belajar untuk berjuang. Aku bukan anak yang baru saja terbebas dari seragam putih abu-abu lalu bermimpi menjadi Cinderella!"
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
PENDEKAR PENGUASA BUMI

PENDEKAR PENGUASA BUMI

“Diriku yang tidak pernah menemukanmu. Diriku yang tersesat dalam kegelapan.” Ignis mengangguk. “Itu akan menjadi ujian terbesarmu, Aksara. Untuk melihat apa yang bisa terjadi jika kau memilih jalan yang berbeda. Untuk melihat apa yang bisa terjadi jika kau menyerah pada keputusasaan.”
665 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Api yang menyelubunginya bukan sekadar elemen, tapi manifestasi dari kemarahan surgawi yang dikhianati. Setiap hembus napasnya menyalakan pusaran bara. Suaranya bukan gemuruh, tapi ledakan terpendam dari gunung yang bersiap meletus. “Dunia ini terlalu lembek,” gumam Ignaroth, suaranya bergema hingga tulang. “Waktunya membakarnya dari akar.” Di sisi lain... Kevin Drakenis.
1052.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai lirik ignorance
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status