Ethernal Hopes Of The Moon
Setelah puas dengan hasrat keheningan sesaat, aku mengangkat ponsel yang masih berada di pangkuanku, membuka pesan balasan dari Jeremiah.
"Sebuah tempat," jawabnya.
Aku terdiam, kemudian tanganku kembali bergerak. "Iya, ke mana dulu?"
"Gereja," balasnya cepat
Aku mengembuskan napas kuat-kuat, lalu mendongak, menatap jejeran kayu penyangga genteng yang tersusun rapi dengan tumpukan cokelat yang memenuhi di atasnya. Gereja, ya? Berapa lama aku tidak menemui Tuhan? Bahkan dalam aturan keyakinanku sendiri yang tercatat resmi di kartu kependudukan.
Bab Populer