Antara Cinta dan Luka
"Aku Rian, produser. Lagu kamu harus selesai sebulan. Sanggup?"
Naya menatapnya, matanya menyelami, seolah mencari retakan di topengnya. "Kalau kamu nggak ngotot, sanggup," jawabnya, suaranya tenang tapi ada nyali tersembunyi, seperti pisau yang disembunyikan di balik kain sutra. Ia duduk, membuka buku catatan yang penuh coretan, dan mulai cerita ide: "Aku mau lagu tentang harapan di tengah kegelapan, kayak orang yang nyaris menyerah tapi masih nyanyi."