Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Di suatu senja, di musim yang lalu Ketika itu hujan rintik Terpukau aku menatap wajahmu Di remang cahaya sinar pelangi Lalu engkau tersenyum, ku menyesali diri Tak tahu apakah arti senyummu (Widuri – Bob Tutupoly)
10819.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.7K kali sebagai lirik lagu melukis senja
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
Amoy82
Dari semua novel yg kubaca di platform ini, karya ini adalah karya terbaik. Mulai dari judul yg memberikan makna lain. sampai isi. Jangan tanya soal tata bahasa, begitu rapi dan memerhatikan rima. Deskripsi suasana yang begitu rinci, membuat pembaca khususnya saya, menikmati dan merasa berada disana
q_ya
dulu pertama liat judul nya ga begitu tertarik, tapi setelah bingung baca karya njus yang mana lagi akhirnya aku bacalah..dan ternyata malah jatuh cinta yang kedua ... setelah yang pertama sama pak Roy..... tapi bukan berarti saya ga suka tokoh lain ka jus.. semuanya saya suka tp fav Om Roy&mas wir
Baca Semua Ulasan
Kesempatan Kedua untuk Saling Menemukan

Kesempatan Kedua untuk Saling Menemukan

Bantu aku ya Allah, jangan biarkan aku terjerumus semakin dalam. Lagu Sigma ‘Melukis Hati’ dia putar. Setiap lirik lagu itu, seakan mewakili, rasa pedih yang saat ini sangat menyiksanya. Ribuan malam aku gambarkan Melukis hati yang penuh harap Tentang suatu peristiwa Anganku berdesir menyebut Mu Rentang waktu kian terus berjalan Tiap detik pula ku bertanya Kemanakah muara cinta
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Bagaimana jika nanti terjadi sesuatu yang buruk pada cewek itu? Elusan lembut pada kepalanya membuat Senja membuka matanya lagi dan mengintip. Nampak Mentari sedang tersenyum sambil menyanyikan sebuah lagu. Entah lagu apa. Yang jelas, suaranya begitu merdu dan elusan tangannya begitu menenangkan. Bibir pucat Senja mengukir sebuah senyum dan kedua matanya kembali terpejam. “Serena... kamu datang untuk melihatku, ya?”
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Vandero menyalakan proyektor, dan gambar segera muncul di dinding. Therina mengerutkan kening. Orang di dalam gambar itu adalah Sylvaria. Dia disiksa, dipaksa menggugurkan kandungan, dimasukkan ke dalam kuali minyak .... Akan tetapi, bahkan terhadap orang yang dulu menargetkannya, Therina tidak pernah merasa senang melihat penderitaan orang lain. Sampai video yang berlangsung beberapa jam itu selesai diputar, suara Vandero yang penuh kegembiraan terdengar.
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN

PERNIKAHAN DADAKAN DENGAN MANTAN

Menjemput sunyi yang agaknya keterlaluan di antara mereka, Rajendra akhirnya menyalakan pemutar musik. Lantunan lagu dari For Revenge mengisi ruang kosong untuk keduanya. Pelan. Muram. Menembak sesuatu yang bahkan tidak sedang mereka bicarakan. ‘Di setiap masa yang telah kulewati, Meluap bersama kisah tak terganti, Senja mulai membiru menunggu yang berlalu, Haru air mata menyela iringi rindunya.’ Sesekali, genggamannya pada kemudi mengerat. Oh. Apakah lagu ini sedang mencemooh mereka? Atau lebih tepatnya, mencemooh dirinya?
9.85.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Kupikir cinta tulus bisa meluluhkan hatinya. Tapi delapan tahun sudah cukup, aku sudah lelah. Aku tidak ingin mencoba menghangatkan sebuah hati lelaki yang sekeras batu. Sebulan tanpanya, hidupku terasa lapang. Ternyata perasaan tidak perlu selalu memikirkan laki-laki selega ini. Aku seperti burung yang lepas dari jaring, terbang bebas ke langit. Melihat pandangan dinginku, mata Irfan memerah dan berkata, "Kamu ingin meninggalkanku? Tapi apakah kamu pernah tanya pendapat Anto?"
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Aku duduk di kursi kayu, menatap air mata yang menggenang di matanya. Sampai akhirnya kesadaranku mulai kabur dan aku bisa merasakan dia memelukku dengan lembut. Aku bersandar di pundaknya, mendengar suara pelan dan lembut di telingaku. “Lisa, terima kasih. Terima kasih… sudah bersedia menggantikan putriku, memberiku kesempatan untuk merayakan ulang tahunnya sekali lagi.” Aku sangat ingin menjawab, “Terima kasih juga, bibi.”
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

“Tidak semua hal yang mereka inginkan harus kau penuhi. Aku hanya… tidak ingin kau dimanfaatkan karena kebaikanmu ini.” Lora tak langsung menjawab. Matanya menatap dalam ke arah Grissham, seolah ingin menyampaikan sesuatu yang tak sanggup diucapkan lewat kata. Jemarinya mengerat, menggenggam tangan laki-laki itu lebih kuat. Bibirnya mengembang, membentuk senyum lembut yang sarat makna. Namun senyum itu memudar pelan, tergeser oleh kerutan di kening ketika Grissham akhirnya membuka suara.
10211.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Suara melengking Ira bak terompet yang menyakiti telingaku. Kututup telingaku lalu menunjukkan ekspresi kesal, "Suara kamu kenceng banget!" "Aku syok Mel." Dia menatapku sedih. Raut wajah kesalnya berubah menjadi nanar. Entahlah, keputusan menceritakan pada Ira ini apakah salah atau tidak. Sebab, bagaimanapun juga... yang kuceritakan ini adalah aib dalam rumah tanggaku.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 861 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

katanya sambil tersenyum pada Senja. "Setidaknya, nggak ditolak lagi." balas Senja pada Langit yang sukses membuat Langit langsung terpegun dan setelahnya tertawa renyah karena Senja sedang menyindirnya. "Maaf ya karena aku dulu sok ganteng." ucapnya, "Tapi, aku emang ganteng sih. Sampe kamu tembak dua lagi." katanya sambil mengambil minuman di dekat Senja.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai lirik lagu melukis senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status