Gerbang Neraka: Desa Terakhir
“Wahai Simfoni Ketujuh, putra pertama dari pengasingan. Wahai Penebas Cahaya, pemusik langit yang terkutuk. Dan wahai Pendeta Retak, yang tubuhnya tak mati oleh waktu. Bangkitlah kalian, para penjaga kehancuran!”
Tanah bergetar. Rantai-rantai mencair seperti lilin panas. Peti pertama terbuka perlahan, menguak kabut ungu beracun dan memperlihatkan sesosok tubuh kurus tinggi, dengan jari-jari panjang seperti cabang pohon mati. Matanya kosong, tapi suara lirih terdengar darinya: nyanyian... atau lebih tepatnya ratapan, melengking namun menyayat.
Simfoni Ketujuh bangkit.
ตอนยอดนิยม