Cintaku T'lah Mati
"Perusahaan sudah bangkrut dan dilikuidasi. Rumah juga sudah aku jual. Tenang saja, semua utang sudah kulunasi."
Aku menahan air mata, memaksakan senyum. "Hm. Mulai sekarang, aku cuma punya Kakak. Ke mana Kakak pergi, aku ikut."
Nada suara kakakku menjadi lebih lembut. Dia berdiri dan menyentil pelan keningku. Dengan nada agak pasrah, dia menyahut, "Oke."
Pagi harinya saat aku bangun, kakakku sudah pergi. Aku ingat janji kemarin untuk mengunjungi makam orang tua kami, jadi aku cepat-cepat bangun dan bersiap.
Bab Populer