Omega keeper Of Crystalon
tanya penjaga muda itu, mengejek.
“Ya, bernyanyi,” jawab si tua, tatapannya tajam. “Lagu itu tidak masuk melalui telinga. Ia masuk melalui jiwa. Lagu itu menunjukkan kepada setiap orang penyesalan terbesar dalam hidup mereka. Aku melihat wajah istriku yang meninggal, mendengar kata-kata terakhir yang tak pernah sempat kuucapkan padanya. Yang lain melihat kegagalan mereka, pengkhianatan mereka. Satu per satu, anggota ekspedisi kami menjadi gila. Mereka mulai menangis, berteriak, lalu berjalan masuk lebih dalam ke kota itu, seolah dipanggil oleh penyesalan mereka sendiri. Aku adalah satu-satunya yang berhasil lari.”
Bab Populer