Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Aku rindu kau, Arga. Tapi aku akan terus melawan. Untukmu. Untuk semua orang.”
Di luar markas, teriakan massa semakin keras, menutupi suara hujan. Mereka menyanyikan lagu perjuangan, ribuan suara bergema ke langit gelap. Suara itu menembus dinding, memenuhi telinga Aisyah, membuatnya berdiri tegak kembali. Ia keluar dari ruang pribadinya, berdiri di hadapan relawan. “Malam ini kita tidak tidur. Malam ini kita bersiap. Karena besok, dunia akan melihat bukti terakhir. Dan setelah itu, apa pun yang terjadi, sejarah akan menuliskan nama kita.”
Sorak dukungan membahana, dinding markas bergetar oleh semangat yang tak terbendung.
Hot Chapters