Menjadi Ibu Susu Anak Mantanku
Uap tipis dari permukaan cangkirnya melayang samar, seolah ikut membawa kepingan-kepingan kenangan yang perlahan menguap ke udara.
Matanya menatap Amora, diam dan dalam, seakan ingin menangkap setiap makna tersembunyi di balik kata-kata yang baru saja meluncur dari bibir sahabatnya.
Setelah beberapa saat yang terasa lebih panjang dari seharusnya, Nadya bertanya dengan suara nyaris berbisik, "Apa kau tidak akan kembali dalam waktu lama?"
Amora tersenyum tipis, senyum yang tak sepenuhnya cerah, seperti rembulan yang tersaput awan tipis. "Aku tidak yakin," jawabnya, suaranya bagaikan riak kecil di danau yang tenang.
Hot Chapters