Kesempatan Kedua Untuk Menghancurkanmu
Sesaat terbesit sedikit harapan dalam hatinya, Laura berharap bahwa orang itu adalah Vino, namun sedetik kemudian ketika siluet di balik pintu itu terlihat, secerca harapan itu hilang lenyap, meninggalkan rasa kecewa yang mampu membuat Laura tersenyum, namun senyuman itu tidak lagi terlihat indah, karena perasaan yang tersampaikan dari senyuman itu adalah rasa sakit dan perasaan kecewa yang sedalam palung mariana.
Pemilik siluet itu melangkahkan kaki jenjangnya dengan percaya diri, ia mendekati Laura, di balik senyumnya yang licik ia menatap Laura dengan tatapan merendahkan, seolah sorot matanya berkata bahwa Laura adalah wanita jalang yang terlihat menyedihkan.
Hot Chapters