Ketika Luka Menyapa
"Hmm,"
Lagi, langkahnya di temani oleh sebuah luka dan kecewa. Di temani oleh rasa sakit dan air mata. Seakan dunia menunjukkan bahwa dirinya memang tak pantas bahagia. Dia hina, hidupnya hina, sehingga hari-harinya di kelilingi oleh orang yang hanya boleh menghinanya. Seandainya adiknya sudah sembuh, tentu ia tak akan merasa sesakit ini. Tentunya ia tak akan merasakan kesepian berkepanjangan. Tentunya sang adik tak akan membiarkannya terluka, tapi kini sang adik sedang istirahat dari penatnya kehidupan. Istirahat sejenak, sebelum dirinya kembali bangkit untuk menjadi satu-satunya pelindung untuk sang kakak. Menjadi satu-satunya tempat berteduh di kala hujan menerjang hati Hilmi. Di kala pet
الفصول الرائجة