Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu
Dengan tenang, jemarinya menari di atas layar, membalas pesan dari kekasih suaminya dengan kalimat yang sudah ia susun di kepala.
[Wah, delapan minggu ya? Terima kasih infonya, Kak Aira. Syukurlah kalau sehat. Semoga begitu terus ya, Kak. Aku doakan supaya anak kalian laki-laki, sesuai harapan Ariyan. Tolong jangan dibangunkan Ari-nya, Kak. Kasihan dia pasti lelah sekali harus membagi tenaga dan pikirannya setiap hari. Oh iya, soal jangan merepotkan Ariyan, kamu tenang aja, Kak. Aku bisa mengurus diri sendiri kok. Selamat istirahat, Kak Aira. Nikmati waktumu dengan suamiku selagi dia belum ingat jalan pulang ke rumah kami.]
Setelah menekan ikon kirim, Zivanya kembali melanjutkan bacaannya.
Sikat na Kabanata