Pembalasan Untuk Pengkhianat
Arjun melirikku sesaat, lalu ia menghela napas panjang sebelum berbicara kembali.
"Baiklah, kamu bisa menempati posisi sebagai Marketing terlebih dahulu, aku ingin lihat kepiawaianmu. Jika kamu layak, aku akan berikan posisi Manager."
"Apa nggak berbelit-belit itu, kenapa nggak langsung jadi Manager aja sih kak!" Ratih protes dengan posisi yang kakaknya tawarkan.
"Ratih, ini itu perusahaan, nggak sembarang orang yang kakak terima. Kalau memang laki-laki ini layak, kakak akan pertimbangkan lagi."