Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Luna

My Luna

jelas Ghina. Devan mengangguk paham, dia juga satu suara tentang Adriana yang tidak akan berbohong apa lagi sampai menangis. Tapi, yang Devan kurang percayai adalah warna mata yang Ghina sebutkan tadi. di Dark Wood, tidak ada orang yang memiliki warna mata selain abu, coklat, dan hitam. Walau itu adalah campuran dari tiga warna itu, tidak mungkin ada pria yang memiliki warna mata seperti yang Ghina jelaskan.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as lua
Read
+Library
Mate

Mate

Aduh, kayaknya sakit gigi-ku kambuh lagi. “Kamu kenapa?” “Sakit gigi, Mas. Huhuhu…” aku memegangi pipiku sebelah kiri. Mas Wira membuka ranselnya. Lalu, mencari sesuatu. Ia menyodorkan obat. “Nih, minum.” “Obat apaan nih?” “Obat sakit gigi lah. Masa obat sakit hati.” Ingin rasanya aku menjitak kepala orang di depanku ini. Untung saja dia lebih tua dariku, jadi aku masih sedikit menghormatinya. “Soalnya aku biasanya minum ponstan atau paracetamol.”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as lua
Read
+Library
Our Luna

Our Luna

Eh, bukannya Chiara ya yang harus minta maaf disini karena berbicara tak sopan? “A-ah tak apa. Lagipula, aku yang seharusnya meminta maaf karena mengucapkan hal yang tak sepantasnya barusan,” ungkap Chiara jujur dengan nada bersalah. Gadis maid itu tersenyum kecil melihat tingkah Chiara . “Ah, sepertinya Tuan Muda tak salah memilih sang luna,” gumam gadis itu pelan. “Sang luna? Apa itu?” tanya Chiara penasaran karena barusan dirinya mendengar gumaman dari gadis maid didepannya. Gadis itu langsung gelagapan begitu Chiara bertanya.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as lua
Read
+Library
U

U

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan Aulia sepertinya sudah tidur karena dia tidak membalas pesanku lagi. Aku pun meletakkan ponselku di atas meja kecil disamping tempat tidur. Menarik selimut dan perlahan menutup mata. Drrt... drrt… Rio. 'Yuda? Apa yang terjadi?' Yuda POV end.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as lua
Read
+Library
Liara

Liara

"Kau harus menuruti apa pun mauku." Tidak sabar menuju permainan yang sangat ia inginkan, Hagan mencebik. "Memang, yang aku lakukan seharian ini apa, Liara? Kau suka sekali membuang tenaga untuk sesuatu yang tidak penting dan konyol." Mengabaikan protes itu, Liara mengeluarkan sesuatu dari saku celana. Sebuah gelang emas putih dengan inisial huruf H kecil.
9.534.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as lua
Read
+Library
LUKA
Read
+Library
LOL

LOL

Pikir Nira “Ohh ya, perkenalkan ini temanku Darrel.” Ucap Tao memperkenalkan “Darrel perkenalkan ini Nira, member team basket kami dan itu Liza serta Afriya.” Tambahnya “Hallo aku Darrel. Senang mengenal kalian.” Ucap Darrel “Senang berkenalan denganmu juga.” Liza berucap dan dukungan senyuman kedua temannya “Apa tidak ada yang akan memperkenalkanku juga?” Tanya Arka konyol
102.0K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as lua
Read
+Library
Fake

Fake

Laura membelalak, bagaimana Shena tahu? “Lo ngomong apa sih? Gue nggak ngerti.” “Ngaku lo! Gue liat lo kemaren. Sepatu putih yang selalu lo pake di sekolah ini bukti kalo orang yang gue liat itu adalah elo.” Shena mendorong Laura kencang hingga membentur pohon mangga besar membuat beberapa daun kering berguguran. Badan besarnya menghimpit tubuh Laura mempersempit jarak antar mereka.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as lua
Read
+Library
Lusia

Lusia

gumam Aaron tanpa bermaksud lain. Aaron mendekat ke arah ranjang, kilatan matanya seperti cheetah kelaparan yang tengah memantau mangsa. Senyum tersungging di bibir Aaron. Ia merangkak ke atas ranjang dengan perlahan dan mengusap kulit halus itu. Aaron menghentikan belaiannya ketika tubuh Lusia bergerak gelisah, gadis itu merasakan bahaya di alam bawah sadarnya itu.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as lua
Read
+Library
Ludus

Ludus

dengus Revo. "ngalihin pembicaraan heh? lo suka sama dia beneran?" tanya Lili tajam. "aku ga ada maksud ngalihin aku cuma kesel dengernya, dan masalah Tari itu aku ga ada suka sama sekali sama dia! aku cinta sama kamu, apa itu ga jelas?" Jelas Revo membuat Keempat orang dibelakang Lili meringis melihat pertengkaran sahabatnya dan kekasihnya itu.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as lua
Read
+Library
PREV
12

Frequently Asked Questions

Aku pernah menghabiskan malam-malam mencari server 'Luna Online' yang masih hidup, dan setelah melacak forum lama serta grup Discord, kesimpulanku cukup sederhana: mayoritas server resmi untuk versi PC yang dulu populer sudah tutup di banyak wilayah.

Dari pengamatan komunitas, publisher regional kadang menutup layanan satu per satu — versi Barat dan SEA hampir semua ditutup beberapa tahun lalu. Ada kemungkinan server resmi masih berjalan di pasar lokal tertentu (terutama Korea atau negara dengan publisher lokal), tapi aksesnya bisa sangat terbatas, berbahasa lokal, dan seringkali tidak menerima pemain internasional tanpa KTP/publikasi publisher setempat. Jadi kalau tujuanmu adalah server resmi internasional, peluangnya tipis.

Kalau kamu mau coba tetap main, jalur yang realistis biasanya adalah: cek halaman publisher resmi, laman Steam jika ada halaman game, atau grup komunitas besar 'Luna Online' di Facebook/Reddit/Discord. Aku sendiri akhirnya ikut server komunitas revival karena nostalgia — nyaman untuk nongkrong bareng teman lama, tapi memang bukan server resmi. Intinya, cari info dari sumber publisher dan komunitas terpercaya sebelum bergabung, supaya tahu status resmi dan risiko yang mungkin ada.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status