Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUKAN MEMPELAI IMPIAN

BUKAN MEMPELAI IMPIAN

sungut Keya lalu mengapit lengan Liam manja. Cafe sederhana di tepi jalan menyambut mereka dengan cahaya temaram. Aroma kopi dan roti panggang memenuhi udara. Lesti memesan minuman hangat, Mila memilih milkshake, sementara yang lain sibuk bercanda setelah memesan makanan. "Aku nggak habis pikir," kata Rizal sambil tertawa, "kenapa orang rela bayar mahal cuma buat mabuk sama lampu kedip-kedip."
1038.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as luc up cafe
Read
+Library
Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

Tujuh Perkara Sang Ibu Sambung

jawabnya. Luce mengembangkan senyum puas. "Aku yang memilih tempat, tapi kamu yang bayar," kekehnya. "Aku ikut saja." >>>><<<< Cafeteria, Jakarta. Julian tak berkata-kata setelah mendapati Luce membawanya ke tempat semacam ini. Yang ada dalam ingatannya, Luce tidak menyukai tempat yang dipenuhi anak muda. Katanya itu terlalu ramai dan berisik, tanpa ada pembicaraan yang berbobot.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as luc up cafe
Read
+Library
Terjebak Sandiwara Bos Besar

Terjebak Sandiwara Bos Besar

Mobil putih tersebut berhenti di salah satu kafe dengan nuansa kayu dan tanaman hias pada sekelilingnya. Kafe tersebut terdiri dari dua lantai dengan kaca besar pada sisi belakang yang menampilkan hamparan kebun teh yang hijau. Usai memesan minuman hangat dan camilan ringan, Lita menuju lantai atas lalu duduk di kursi yang menghadap ke arah kebun teh. ‘Ini dia liburan sesungguhnya, tanpa akting, tanpa pura-pura….’
103.9K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as luc up cafe
Read
+Library
Penjara Dendam Suami Konglomerat

Penjara Dendam Suami Konglomerat

ajak Julian. “Ck! Sudah jadi bayi kamu rupanya. Baru jam berapa sekarang,” sahut Nicholas. “Jangan samakan tempat ini dengan klub, Nich. Kamu lupa kita berada dimana sekarang? Kamu tahu Cafe ini hanya buka sampai jam dua. Dan sekarang sudah jam satu. Kamu ingin di usir,” cetus Julian seraya mengantongi ponselnya. Sementara Lukas yang hendak memanggil pelayan langsung di tahan oleh Nicholas.
108.5K viewsCompletedAdded to Library 314 Times as luc up cafe
Read
+Library
ANNORA

ANNORA

ucap Manda. "Apalagi fotonya alam digantung - gantungin lagi, kesannya norak tapi kok bagus, " lanjutnya. Mereka tertawa menikmati segala keanehan di cafe tersebut. "Kayaknya pemilik cafenya pecinta fotografi, sih, " ucap Luna. "Eh, Btw, disini matcha latte nya enak loh Man, " ujar Luna memberitahu.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as luc up cafe
Read
+Library
Musuh Besar Si Gendut

Musuh Besar Si Gendut

Aku mengambil espressonya dan menyesap beberapa kali sampai minuman itu tandas. “Aku butuh lagi…lebih banyak cafein dan lebih banyak gula, cream…apapun yang manis. Otakku mau meledak setelah mata kuliah itu,” ucapku kepada Lcuas, beberap adari perempuan itu sudah pergi, walau ada beberapa duduk di sekitar kami. Lucas berdiri, ia pergi ke penjual dan memesan dua buah latte dingin, dengan extra espresso. Juga sebuah kue tart dengan topping strawberry. Yum.
9.687.3K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as luc up cafe
Show Reviews (19)
Read
+Library
Ulfah N
Aku suka gaya bahasa penulis di novel ini. Selera humor penulisnya membuat aku tak henti tersenyum karena hal-hal receh. Novel ini sangat menghibur. Aku selalu menginginkan tokoh utama pria bersama wanita pada endingnya. aku belum baca sampai selesai. Aku sangat mengerti perasaan Dave.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Istri Buta sang Penguasa itu Ternyata

Istri Buta sang Penguasa itu Ternyata

“Mana uangmu. Aku akan membelinya sendiri.” Lucas tersenyum miring. “Siapa yang memperbolehkanmu beli sendiri?” Lucas menemani Lila ke sebuah Kafe es krim. Namun, kedatangan mereka nampak sedikit mencolok? Mereka datang dengan mobil sport. Pakaian yang rapi. Dengan beberapa mobil yang mengawal mereka. Mereka duduk di sudut Kafe. Lila duduk dengan tenang—namun tangan pria di sampingnya ini malah tidak bisa tenang.
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 434 Times as luc up cafe
Read
+Library
Kembalinya Sang Pewaris Terkaya

Kembalinya Sang Pewaris Terkaya

Dia ingin menghibur istrinya yang terlihat murung akibat keputusan di surat wasiat tadi. "Pesanlah makanan dan minuman yang kamu mau. Kali ini, aku yang traktir," ucap Radit sembari tersenyum saat menyodorkan buku menu. Lucy tanpa melihat buku menu langsung memesan apa yang biasa ia pesan. Kafe itu adalah tempat favoritnya. Entah bagaimana Radit tahu tempat itu. Yang jelas, Lucy merasa sedikit nyaman saat berada di tempat yang dulu biasa ia kunjungi.
1025.0K viewsOngoingAdded to Library 525 Times as luc up cafe
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

sahut Arga dengan suara penuh semangat. Di saat itu, Bu Lila, pemilik kafe yang dikenal ramah dan perhatian, melangkah mendekat. Mendengar pembicaraan mereka, ia tersenyum dan berkata, "Kalau mau coba kopi, jangan takut ya. Tapi kalau tidak suka, di sini juga ada jus apel segar dan kue ulang tahun spesial hari ini."
101.5K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as luc up cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status