Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menikahlah, Nona! Pewaris Playboy Tergila-Gila Padamu!

Menikahlah, Nona! Pewaris Playboy Tergila-Gila Padamu!

"Maison Ardent tidak menerima reservasi. Konsep kafe ini first come first serve." "Sekarang kamu menerima reservasi," potong Meira. Dia berjalan mendekati Lucien, menepuk pipi pemuda itu pelan—gestur yang merendahkan sekaligus intim. "Lagipula, aku spesial. Aku sudah tidur dengan koki-nya." Meira berbalik menuju pintu keluar. "Tunggu!" seru Lucien. "Kamu mau ke mana? Di luar masih hujan!"
10622 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as luc up cafe
Read
+Library
Kulepas Kau Dengan Ikhlas

Kulepas Kau Dengan Ikhlas

ucapku menjawab ibu. 💔💔💔💔 Pertemuan dengan Lusi yang tak sengaja, dia seorang pelayan cafe tempat pertemuan dengan klien perusahaan. Dia cantik, ramah, dan ah, kenapa selalu tertarik pada orang yang baru kutemui. Seringnya makan di cafe, membuat semakin terpesona oleh kecantikan Lusi. Langsung saja ku beranikan diri kenalan, dan minta nomor telepon, dengan sedikit gombalan nomor pun langsung ku dapatkan.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as luc up cafe
Read
+Library
Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

sahut Luca mengulangi namanya berkenalan dengan Camille. Menjelang siang, banyak pengunjung datang ke cafe Lemoncello untuk sarapan, bersantai atau makan camilan dan minum kopi. Diantara para tamu tersebut juga ada Martin bersama Patrick yang datang dan memilih duduk pada sofa di teras luar karena udara cukup sejuk untuk berjemur.
106.8K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as luc up cafe
Read
+Library
Lilac Calilac Tale

Lilac Calilac Tale

Terang Mina dengan bijaknya, karena sekarang dia mengaitkan nama pak Lucas, satu – satunya guru muda di sekolahnya. “Jadi?” Sambung Lilac yang tak sabar meneruskan ucapan Mina itu. “Kita mau buka stan cafe Dunkin Donuts, Lak. Ingat donat buatannya Una waktu liburan kemarin? Enak banget kan... Biar dia jadi kokinya. Di belakangmu itu testi-nya!”
105.0K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as luc up cafe
Read
+Library
Suamiku adalah Musuh bebuyutanku

Suamiku adalah Musuh bebuyutanku

ucap Luna berhati-hati. "Bicaralah!" acap Bara dengan tatapan yang tak seperti biasanya. "Sebenarnya, pelayanan cafe itu salah memberi minuman pada kita. Yang kamu minum itu adalah pesanan milik orang lain!" tutur luna menjelaskan. "Benarkah?"
2.0K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as luc up cafe
Read
+Library
Bukan Gadis Simpanan Sugar Daddy

Bukan Gadis Simpanan Sugar Daddy

Sadar segala ucapannya tidak akan lagi didengar, Lucia membalik tubuh dan perlahan pergi meninggalkan tempat itu. Gadis itu berjalan dengan gontai saat keluar dari cafe. Sederet pertanyaan menghantam kepalanya. Selama ini dia menerima pendapatan dari tip yang di beri para pengunjung, dari setiap minuman yang laku terjual pada hari dia bekerja. Namun kemana dia akan mendapatkan uang setelah ini? Lucia mendesah dan menarik nafas dalam-dalam. Gadis itu memutuskan untuk duduk di kursi depan cafe dengan perasaan melankolis. Menatap sayu pada setiap orang yang melempar tatapan bertanya atas air matanya yang tidak kunjung surut.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as luc up cafe
Read
+Library
Jatuh Cinta Pada CEO Galak

Jatuh Cinta Pada CEO Galak

Titah Alex membuat Lucha yang kala itu tengah menyetir langsung menyerengit karena setahunya teras caffe adalah caffe yang sering dikunjungi Lea setiap sore harinya setidaknya itulah informasi yang di dapat Lucha saat ia tengah menggali informasi pribadi milik Lea. "Aku ingin pergi ke teras caffe bukan karena ingin menemui gadis itu Lucha, jadi berhentilah menatapku seperti itu." ucap Alex tanpa menatap lawan bicaranya pasalnya Alex dapat merasakan tatapan Lucha yang menatapnya melalui kaca kecil yang ada ditengah-tengah mobil bagian atas.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as luc up cafe
Read
+Library
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

Kedatangan Pak Leo disadari oleh pemilik cafe. “Halo, Kapten.” Max menghampiri dan menyapa Pak Leo dengan wajah sumringah. Max adalah pemilik Barry Cafe. Barry sendiri diambil dari nama belakangnya, Maximus Barry. “Halo, Max. Tumben cafemu belum ramai.” Pak Leo menyisir seluruh ruangan dan melihat bahwa hanya ada beberapa meja yang digunakan pengunjung, termasuk dirinya. Max tersenyum. Dari senyumnya itu, ia menduga kalau Pak Leo memang belum mengerti jam ramai dan jam santai di cafenya. “Masih jam 11, Kapten. Mungkin sebentar lagi, cafe ini akan penuh.”
106.5K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as luc up cafe
Read
+Library
Istri Kontrak Sang Miliarder Terkutuk

Istri Kontrak Sang Miliarder Terkutuk

Ia memijat pelipis dengan satu tangan, dan di tengah itu, pintu diketuk sekali lalu terbuka. “Wah. Aku kira ini ruangan CEO Montclair Group, bukan ruang isolasi pasien yang gagal tidur,” suara Lucien muncul, ringan seperti biasa, meski langkahnya mantap. Ia membawa satu cangkir kopi dan senyumnya yang menyebalkan. Adrian tidak menoleh. “Lucien, aku sedang tidak butuh—” “—interupsi? Sarapan? Pencerahan spiritual?” Lucien meletakkan kopi di meja, lalu duduk di kursi seberang. “Santai. Aku bawa kopi, yang pahit kayak suasana hatimu.”
102.7K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as luc up cafe
Read
+Library
Luka Cinta

Luka Cinta

"Jangan menangis lagi, ini hari spesial yang harus kita rayakan dengan banyak banyak banyak kebahagiaan!" Alana semakin tersenyum dibuatnya. Seorang pelayan datang membawakan kue ulang tahun dengan cream vanila dan bertabur banyak buat di atasnya. Tak lupa lilin dengan angka 26 tertanjap di atasnya. "Selamat ulang tahun... kami ucapkan.. "mereka pun bernyanyi seraya bertepuk tangan, membuat Alana lagi dan lagi tersenyum bahagia. "Tiup lilinnya.... tiup lilinnya...." Alana pun meniup lilin sesuai intruksi dari nyanyiannya.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as luc up cafe
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status