Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

jawab Delina. "Di lantai berapa cafenya ? apa nama cafenya? aku membawa oma ku ,tidak masalah kan?" tanya Liade kembali. "Oh tidak apa-apa, aku juga datang bersama seorang sahabatku. Nama cafe nya ***** , di lantai 3. Saat ini aku memakai jaket Hoodie warna ungu yah" papar Delina menjelaskan. "Baiklah , sampai jumpa ya. Mungkin sebentar lagi kita akan bertemu ,karena aku sudah berada di parkiran mobil" sahut Liade menjelaskan posisinya berada sekarang.
1014.2K viewsCompletedAdded to Library 327 Times as luc up cafe
Read
+Library
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

“Oh iya bagaimana kalau pergi ke Cafetaria?’ “Oke.” Mereka berdua kemudian pergi ke Cafetaria. Dan begitu mereka sampai di sana, beberapa orang memperhatikan mereka berdua lagi-lagi dengan pandangan mengerikan seperti itu dan dengan tegas Luci kemudian memarahi mereka karena itu mengganggu sekali. tidak lama kemudian, akhirnya mereka bisa diam. Tapi, di tempat yang berbeda orang seperti itu masih saja ada dan lagi-lagi melihat Janette dengan pandangan yang meledek. Satu minggu kemudian, Janette akhirnya mulai menyadari akan hal itu dan kemudian dia mendatangi Luci dan bertanya kepadanya dengan serius. Luci yang tengah berada di ruangan kerjanya yang tidak lain adalah sebuah kantor di salah s
5.3K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as luc up cafe
Read
+Library
LUKA

LUKA

Mereka hidup di zaman modern bukan zaman kolot seperti saat kedua orangtuanya. Alvin akhirnya mengajak mereka untuk makan di cafe hotel. Nara setuju ia juga membawakan beberapa makanan untuk Bi Inem nantinya. Ketiganya saling bercanda gurau bahkan Intan beberapakali menggoda Nara untuk mencairkan keadaan. "Nanti malam kita kemana?" tanya Nara menatap Intan antusias.
87.7K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as luc up cafe
Read
+Library
Menikahlah, Nona! Pewaris Playboy Tergila-Gila Padamu!

Menikahlah, Nona! Pewaris Playboy Tergila-Gila Padamu!

"Maison Ardent tidak menerima reservasi. Konsep kafe ini first come first serve." "Sekarang kamu menerima reservasi," potong Meira. Dia berjalan mendekati Lucien, menepuk pipi pemuda itu pelan—gestur yang merendahkan sekaligus intim. "Lagipula, aku spesial. Aku sudah tidur dengan koki-nya." Meira berbalik menuju pintu keluar. "Tunggu!" seru Lucien. "Kamu mau ke mana? Di luar masih hujan!"
10297 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as luc up cafe
Read
+Library
Kulepas Kau Dengan Ikhlas

Kulepas Kau Dengan Ikhlas

ucapku menjawab ibu. 💔💔💔💔 Pertemuan dengan Lusi yang tak sengaja, dia seorang pelayan cafe tempat pertemuan dengan klien perusahaan. Dia cantik, ramah, dan ah, kenapa selalu tertarik pada orang yang baru kutemui. Seringnya makan di cafe, membuat semakin terpesona oleh kecantikan Lusi. Langsung saja ku beranikan diri kenalan, dan minta nomor telepon, dengan sedikit gombalan nomor pun langsung ku dapatkan.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as luc up cafe
Read
+Library
Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

sahut Luca mengulangi namanya berkenalan dengan Camille. Menjelang siang, banyak pengunjung datang ke cafe Lemoncello untuk sarapan, bersantai atau makan camilan dan minum kopi. Diantara para tamu tersebut juga ada Martin bersama Patrick yang datang dan memilih duduk pada sofa di teras luar karena udara cukup sejuk untuk berjemur.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as luc up cafe
Read
+Library
Lilac Calilac Tale

Lilac Calilac Tale

Terang Mina dengan bijaknya, karena sekarang dia mengaitkan nama pak Lucas, satu – satunya guru muda di sekolahnya. “Jadi?” Sambung Lilac yang tak sabar meneruskan ucapan Mina itu. “Kita mau buka stan cafe Dunkin Donuts, Lak. Ingat donat buatannya Una waktu liburan kemarin? Enak banget kan... Biar dia jadi kokinya. Di belakangmu itu testi-nya!”
104.9K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as luc up cafe
Read
+Library
Suamiku adalah Musuh bebuyutanku

Suamiku adalah Musuh bebuyutanku

ucap Luna berhati-hati. "Bicaralah!" acap Bara dengan tatapan yang tak seperti biasanya. "Sebenarnya, pelayanan cafe itu salah memberi minuman pada kita. Yang kamu minum itu adalah pesanan milik orang lain!" tutur luna menjelaskan. "Benarkah?"
1.7K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as luc up cafe
Read
+Library
Bukan Gadis Simpanan Sugar Daddy

Bukan Gadis Simpanan Sugar Daddy

Sadar segala ucapannya tidak akan lagi didengar, Lucia membalik tubuh dan perlahan pergi meninggalkan tempat itu. Gadis itu berjalan dengan gontai saat keluar dari cafe. Sederet pertanyaan menghantam kepalanya. Selama ini dia menerima pendapatan dari tip yang di beri para pengunjung, dari setiap minuman yang laku terjual pada hari dia bekerja. Namun kemana dia akan mendapatkan uang setelah ini? Lucia mendesah dan menarik nafas dalam-dalam. Gadis itu memutuskan untuk duduk di kursi depan cafe dengan perasaan melankolis. Menatap sayu pada setiap orang yang melempar tatapan bertanya atas air matanya yang tidak kunjung surut.
105.1K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as luc up cafe
Read
+Library
Jatuh Cinta Pada CEO Galak

Jatuh Cinta Pada CEO Galak

Titah Alex membuat Lucha yang kala itu tengah menyetir langsung menyerengit karena setahunya teras caffe adalah caffe yang sering dikunjungi Lea setiap sore harinya setidaknya itulah informasi yang di dapat Lucha saat ia tengah menggali informasi pribadi milik Lea. "Aku ingin pergi ke teras caffe bukan karena ingin menemui gadis itu Lucha, jadi berhentilah menatapku seperti itu." ucap Alex tanpa menatap lawan bicaranya pasalnya Alex dapat merasakan tatapan Lucha yang menatapnya melalui kaca kecil yang ada ditengah-tengah mobil bagian atas.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as luc up cafe
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status