Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Married to the Bad Guy

Married to the Bad Guy

Kue ulang tahun, cocktail, lampu kerlip, dan perempuan seputih porselen—masih terlihat jelas di kepalanya. Tanpa sadar kakinya melangkah belok ke kiri, ke Park Pi dan berjalan terus sampai akhirnya ia berdiri di depan Gorilla Coffee, tempat kencannya bersama Lucy dulu. Ah. Adakah Lucy di dalam sana, menunggunya? Attar masuk ke dalam kafe itu dan berharap Lucy ada di sana. Dan harapannya terkabul. Lucy duduk di pojok ruangan, dengan secangkir kopi di tangannya. Ah, malang sekali wanita itu. Suaminya yang hidung belang itu tidak bersyukur memiliki istri secantik dan sebaik Lucy.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 454 Times as luc up cafe
Read
+Library
Bukan Mauku Menjadi Istri Kedua

Bukan Mauku Menjadi Istri Kedua

seloroh gadis cilik itu sembari menyeringai. “Abis ini kita mampir ke Orion ya,” kata Lucas. Dia menyebut nama salah satu cafe mewah yang dia miliki. Yang lagi-lagi disambut suka cita oleh Naomi. Setelah membayar barang-barang yang hampir keseluruhan dipilih oleh Lucas, mereka meninggalkan lantai itu dengan hati gembira. Kecuali Inge yang menyisakan rasa tidak enak hati. Apalagi saat melihat total belanjaannya yang menyentuh angka dua belas juta.
105.7K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as luc up cafe
Read
+Library
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as luc up cafe
Read
+Library
Menikahi Paman Mantan Tunanganku

Menikahi Paman Mantan Tunanganku

Dia membelokkan mobil ke sebuah cafe kecil di sisi jalan, dengan kaca besar dan aroma kopi yang menyeruak sampai ke jalan. “Mau pesan apa? Cappuccino, latte, atau... pelarian dari dunia?” candanya ringan. Lyra menahan tawa. “Latte panas dan satu croissant kalau ada.” Gary memberi hormat singkat lalu turun dari mobil lebih dulu. Lyra ikut turun dan masuk ke dalam cafe.
9.9118.1K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as luc up cafe
Read
+Library
Pesona sang Biduan

Pesona sang Biduan

kata Mita mengenang Tiara yang sempat berkenalan dengannya di toilet cafe. "Sudah ya mba, aku ke atas dulu," pamit Lucy. Lucy berjalan lunglai menaiki anak tangga menuju lantai dua cafe, sungguh hari ini begitu melelahkan baginya, bertemu dengan Tiara, dan juga Erwin yang menguras emosinya. "Hei ... kamu kenapa?" tanya salah seorang staf di cafe melihat Lucy lemas tak bertenaga. "Saya mau resign saja pak, saya bisa jadi gila menghadapi orang-orang yang tidak waras di sini."
105.4K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as luc up cafe
Show Reviews (15)
Read
+Library
Damita palullungan
semoga nanti kehidupan Tiara dan ibunya membaik, terus berjuang ya Tiara banyak sahabat yang mendukungmu, at least aku gak suka sama Erwin disini, laki laki buaya liat perempuan yang cantik maunya main embat aja huhhh
Agungs Yud
saya selalu menyukai cerita tentang wanita yang kuat, tegar dan mampu menghadapi semua hambatan dalam hidupnya, sama seperti sosok Tiara dalam cerita ini, dan semoga pertemuan dengan Erick bisa menjadi jalan baik dalam hidupnya. sukses Tiara #agungyudistira
Read All Reviews
A Wish

A Wish

Dan ya, bonus dekat dengan Bobi juga. "Kabarmu bagaimana? Café lancar?" Violet tersenyum kecil dan mengangguk. Matanya menatapi café yang beberapa tahun ini dia bangun. Yap, dia memutuskan untuk membuka café. Dan café nya lumayan digandrungi anak-anak muda yang suka sekali mencari tempat tongkrongan dengan spot foto yang bagus. "Baguslah kalau begitu. Sudah 10 tahun berlalu semenjak kejadian itu," Lucy berkata sambil menyesap ice coffee nya.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as luc up cafe
Read
+Library
Terjebak Dendam Pewaris Arogan

Terjebak Dendam Pewaris Arogan

kata si anak buah. “Di mana?” “Di salah satu cafe dekat kampusnya,” jawab anak buah Lucas. Lucas tidak terlalu terkejut, karena sejak awal dia sudah yakin bahwa Leo pasti akan melakukan sesuatu seperti itu. Hanya saja, dia merasa tidak puas atas apa yang dilakukan Leo. “Bocah bodoh!” gumam Lucas. Tidak lama setelahnya, Lucas pergi mengunjungi cafe tempat Leo bekerja. Suara lonceng di pintu masuk berbunyi, menandakan bahwa ada pelanggan yang datang.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as luc up cafe
Read
+Library
Hasrat Tersembunyi Iparku

Hasrat Tersembunyi Iparku

"Oh, baik. Saya mengerti." Ketika lampu merah sudah berganti, mobil kembali melaju. Namun lebih pelan sampai akhirnya mobil itu menuju halaman parkir sebuah kafe. Matthias dan Luciana pun turun. Mereka memasuki kafe yang tampak masih sepi, tapi tetap disambut baik oleh pelayan. "Silakan, Kak. Ini menunya, Anda bisa melihat-lihat dulu." Luciana mengambil menu yang diserahkan pelayan kafe setelah duduk di salah satu meja pojok, tapi hanya beberapa detik sebelum akhirnya dia menutup menu itu dan menatap pelayan.
1058.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as luc up cafe
Read
+Library
Perempuan Masa Lalu Suamiku

Perempuan Masa Lalu Suamiku

Sepasang mata Dini berpendar terang seperti bintang Alpha Centauri. “Jadi, dong. Kita pulang dulu, kan? Mandi-mandi dulu. Nggak lucu hang out di kafe muka kusut gini,” jawab Lintang dengan binar mata tak kelah terang. Tawa keduanya pecah berderai. Semua beban selama ini seolah tercerabut. Mereka ingin merayakan akhir yang manis dengan menikmati secangkir teh dan kue khas negeri kincir angin di Simon L’Velt Café, kafe baru di dekat Tugu Yogyakarta. Sejak waktu ujian skripsi ditentukan, keduanya telah berencana untuk merayakan berakhirnya masa studi di kafe yang sedang hits itu.
10105.0K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as luc up cafe
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Kafe tersebut bisa ditempuh dengan waktu 10 menit dari kafeku. Kuparkirkan motorku di parkiran lalu melangkah masuk kafe. Pelayan kafe menyambutku dan mengantarku ke tempat duduk. Aku duduk di salah satu kursi di dekat sebuah hiasan bunga-bunga. Pelayan memberikanku sebuah buku menu dan dengan cepat aku memilih salah satu menu andalan mereka. “Black Meal dan Lemon Juice,” ucapku lalu mengembalikan buku menu pada pelayan.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as luc up cafe
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status