Dewa
Sebentar lagi akan sampai Jombor.
"Maaf bukan bermaksud untuk menyakitimu,"
"Ya, gue tahu. Gue memang murahan!" kata Mawar.
"Hmmm...." Zafan tak tahu mau berkata apa lagi.
"Kalau bukan untuk adik gue," terang Mawar, namun belum usai dia malah menggantungkan kalimatnya. Mendengar hal itu pun dada Zafan berdesir hebat. Matanya membidik wajah Mawar yang masih berderaian airmata. Bedak yang memoles kecantikan Mawar pun luntur, tapi tetap saja tak mengurangi kecantikannya.
Hot Chapters