Luka Yang Sisa Kenangan
Setelah diam beberapa saat, akhirnya dia berkata, “Nggak ada lagi, terima kasih.”
Begitu bergegas keluar dari ruang dokter, Rocky langsung menghantamkan tinjunya ke dinding.
Namun, rasa nyeri dari persendian sama sekali tak sebanding dengan gelombang penyesalan yang mengoyak dadanya.
Luna begitu menginginkan seorang anak.
Membayangkan dirinya kala itu berbaring di tempat yang pengap dan busuk, merasakan janin dalam kandungannya perlahan pergi, betapa putus asa perasaannya?
Hot Chapters