MAWAR
Purpelomawar hitam di tanganpohon mawartato mawar di leher sampingmenggenggam mawar berduri
Aku kembali memperhatikan gadis itu dengan kening mengkerut, sepertinya gadis itu pemalu karena sejak tadi yang dia lakukan hanya menunduk dan fokus dengan makanannya saja, tidak sekalipun dia mendongakan kepalnya untuk melihatku meskipun ayahku sudah memperkenalkanku.
Aku membalas senyuman seorang wanita paruh baya yang tersenyum kepadaku, dia seorang wanita yang aku tebak berumur sama dengan Mama, lalu gadis kecil cantik juga terlihat imut tengah menatapku dengan mata bulatnya.
"Perkenalkan Nic, dia Mawar, calon istrimu. Dia baru lulus Sekolah Menengah Atas bulan lalu." tunjuk Papa ke arah gadis berkacamata yang duduk di sebelah Mamaku.