Mantanku Kembali
katanya, membayangkan masa depan dengan penuh semangat.
“Pantai! Itu terdengar sempurna. Bayangkan, kita berjalan di tepi pantai saat matahari terbenam, dan angin sepoi-sepoi menyentuh wajah kita,” kataku, terhanyut dalam imajinasi.
“Dan kita bisa membawa makanan favoritmu, kue-kue yang kita buat bersama,” tambah Adrian, dan kami berdua tertawa membayangkannya.
Hot Chapters