Kutunggu Jandamu
Jika larut malam begini, aku tak pernah menunda mengangkat telepon, khawatirnya ada panggilan darurat yang butuh tindakan segera.
Mataku menyipit melihat nama yang tertulis pada layar ponsel. Bidan Nurul.
Siapatahu penting, tidak ada salahnya kujawab.
"Assalamu alaikum," sapaku lebih dulu
"Waalaikum salam," sahutnya dari seberang sana, terdengar seperti sengau, entah pilek atau sebab menangis.
"Iya?"
"Maaf, Dok. Malam-malam mengganggu, tapi, aku gak tau mau hubungi siapa lagi, a-aku, e-ehm…." Kalimatnya terbata-bata.
Bab Populer