Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Duakan Aku, Kubawa Anakmu Pergi

Kau Duakan Aku, Kubawa Anakmu Pergi

Dada Aini berdentum dengan hebatnya, sebuah rasa yang belum pernah ia dapatkan sebahagia ini selain dengan kabar ibunya yang tak kunjung ia dapatkan kepastiannya. "Mas ingat ulang tahunku? Makasih ya?" Aini tersenyum malu-malu. Wajahnya menunduk untuk menutupi semburat merah yang membuat pipinya bak kepiting rebus. "Sama-sama. Itu bukan barang yang mewah. Hanya sebuah alat yang akan mendampingimu melakukan rutinitas menghadap Tuhanmu. Semoga kamu berkenan menyelipkan namaku disetiap ibadahmu itu." Zain Al Ghifari berujar dengan tatapan dalam sebagai bentuk permohonan.
1056.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
From Allah to Allah

From Allah to Allah

"Itu qur'an surat apa ya? surat An Nur ayat 26 kalo gasalah. Oiya Fath, kalo elu nganggep gua TMT, kayanya lu salah besar. Gua cuma pengen ngetes elu doang kok. Gua juga nyadar kali, Aida gaakan mungkin jadi Istri gua. Karena, You know, kan? Gua cowok berandal. Jadi, mustahil banget bisa dapet istri kaya dia. Lu juga Fath, elu tuh gapantes, GAAKAN pernah PANTES bisa jadi Suami Aida, mulai sekarang mimpi lu jangan ketinggian ya, karena realita gaakan pernah seindah ekspetasi." celoteh Ferdi pada Fathan jujur, apa adanya. *****
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
Istri Alim Sang Mafia

Istri Alim Sang Mafia

** "Assalamu'alaikum.." Aina mengetuk pintu dan membuat semua orang yang ada di dalam terkejut melihat kedatangannya. Semua pandangan mata tertuju pada Aina dan juga Davian yang membawa mainan robotnya. "Wa'alaikumsalaam warahmatullah.." jawab seorang wanita paruh baya. "Bu Nyai Zumroh..." Aina bersimpuh dan bersalaman dengan wanita itu. "Kemarilah anakku..." Aina dipeluk dengan erat dan diciumi beberapa kali olehnya.
1030.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
Nafkah Batin Suamiku

Nafkah Batin Suamiku

"Aini, bagaimana kabarnya ?" Basa-basi yang garing. Afwan menelan ludah. Kok pembicaraan ini begitu canggung, untuk pertama kalinya Aini datang dengan penampilan baru dan bukan urusan mengirim cemilan. "Baik, Mas. Bagaimana kehamilan Mirna?" tanya Aini menyebut perempuan yang merebut dan menghancurkan rumah tangganya tanpa riak benci. "Mirna baik-baik saja, Alhamdulillah bayi dan ibunya sehat."
1040.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

Doa Nurbuwat اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ النُّورَ الَّذِي لَا يُطْفَأُ وَالرَّحْمَةَ الَّتِي لَا تَنْقَطِعُ وَالسَّلَامَةَ الَّتِي لَا تُفَصَّلُ (Allahumma inni as'aluka an-nura al-ladhi la yutfau wa ar-rahmata al-lati la tanqati'u wa as-salamata al-lati la tufassalu) 'Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cahaya yang tidak akan padam, rahmat yang tidak akan putus, dan keselamatan yang tidak akan terpisahkan. Amiiin." 'Ya Allah, tunjukkanlah kebenaran kepada hamba-Mu yang hina ini. Tolong tunjukkan Ya Allah."
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA ISTRI KETIGA

JERAT CINTA ISTRI KETIGA

Aini melangkah perlahan, mendekat kearah mereka. “Ibu, bapak, ini Nur, anak kalian.” Mata Aini berkaca-kaca. Keduanya terkejut dan menoleh ke arah suara, “Nur? Da ... darimana kamu tau kami disini?” tanya pria paruh baya yang menderita stroke ringan.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
GADIS 100 KG

GADIS 100 KG

“Makasih, Rey.“ Reynan mengangguk lalu mengecup kening ini cukup lama dengan deru napas yang memburu. Entah, aku merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikannya. 🍁🍁🍁 Hari yang dinanti para mahasiswa telah tiba. Dengan mantap, aku melangkah ke gedung terbesar di kampus ini. Lalu mengedarkan pandangan, mencari kursi sesuai nomor urutku. “Hai, Deer.“ Suara lembut yang tak asing di telinga, mengalihkan atensiku. Dia Nurul—teman sekelasku. “Hai, Nurul ... Oh My God, kamu cantik banget,“ ujarku sambil memindai penampilannya yang tak biasa. Dia manglingi, makin cantik dengan korean make up walau mengenakan hijab.
1015.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 621 kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

panggil Ayi pelan. "Ya, Mbak?" Nur berbalik menghadap Ayi. "Maaf, jika aku belum bisa memberikan jawaban sekarang." Tak ingin membuatnya lebih bersedih lagi Ayi kemudian berpamitan pulang. Nur tersenyum, mengangguk hormat pada wanita berhijab syar'i itu. "Maaf, hari sudah larut malam, Aku mau pamit pulang," ucap Ayi yang diikuti salam. "Assalamualaikum."
9.4121.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
Istri Ketiga Pengusaha Kaya

Istri Ketiga Pengusaha Kaya

gumam Nada. ------- Next Wah wah wah, ada Ainur
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Pov Sattar "Demi Allah, Aini, Abang ingin belajar untuk mencintaimu." Fathy Abdus Sattar. *** Kurebahkan tubuh setelah kepergian Jibran, rasanya kepala ini masih terasa berat. Tapi tak lama, pintu ruangan kembali terbuka, Aini muncul di sebaliknya. Kubalikkan badan menghadap tembok, saat tahun dia melangkah masuk dan berjalan mendekatiku.
8.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai marhaban ya nurul aini
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status