Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menikahlah, Mas!

Menikahlah, Mas!

Haura Zahra, dipaksa menerima takdir pahit. Ia harus menikah dengan Bara Aditama, pria yang seharusnya menjadi adik iparnya. Di bawah bayang-bayang kewajiban keluarga, Haura pasrah, tak kuasa menolak. Bara mengakui bahwa hatinya tak pernah untuk Haura. Ia telah terikat janji suci dengan wanita lain, Hana, yang mengaku sedang sakit keras. Haura dengan besar hati mengizinkan Bara menikah lagi. Kebohongan demi kebohongan terungkap, menguak tabir gelap sebuah cinta yang terjalin dalam kepalsuan. Siapakah sebenarnya Hana? Haura pun terperangkap dalam pusaran intrik keluarga yang rumit. Bisakah ia bertahan dan menemukan kebahagiaan sejati di tengah badai kehidupan?
1.3K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as masalalu cafe
Read
+Library
AKU LELAH, MAS!

AKU LELAH, MAS!

[Iya Mas, makasih] [Oke, mas lanjut kerja dulu ya] [Sebentar Mas, cuma pingin tahu saja, berapa sebenarnya gaji mas di tambang?] [Kenapa? yang aku kirimkan kurang ta?] [Aku cuma ingin tahu saja Mas, menurut mbak Nira, gaji di tambang 4 juta] [Kan aku udah bilang Dek, kalau aku tidak tinggal di mess lagi, tapi aku tinggal di kost, jadi aku juga butuh uangnya buat bayar kost dan makan sehari-hari]
8.520.9K viewsCompletedAdded to Library 730 Times as masalalu cafe
Read
+Library
Balas Dendam Pernikahan

Balas Dendam Pernikahan

Malam harinya, Alena sedang membereskan beberapa hal di kafe sambil mendata menu apa saja yang akan mereka hidangkan saat usaha kafenya mulai berjalan. Perhatiannya teralihkan oleh sinar lampu dari arah luar dan Ia menghela nafas pelan ketika tahu siapa yang datang. "Rumah Mas Ver pindah ke sini kah sekarang?"
860 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as masalalu cafe
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“Selamat malam, Mas. Ada yang bisa saya buatkan? Kami punya menu kopi langka dari neraka lapis ketiga kalau Mas suka yang pahit banget.” Pria itu mendongak perlahan. Matanya merah, pupilnya seperti bara yang menyala. “Aku tidak haus,” katanya pelan, dengan suara seperti retakan batu. “Tapi aku ingin tahu… kenapa warung ini melindungi jiwa-jiwa yang seharusnya sudah jadi milikku.” Dimas terdiam sejenak. “Maaf, Mas. Kami nggak melindungi siapa-siapa. Cuma nyeduh kopi.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as masalalu cafe
Read
+Library
MAAF CINTAKU

MAAF CINTAKU

lanjut Stella terlihat sangat menikmati sambil melihat gelas yang kosong di tangannya. "Aduh ...! " Farhan menamplok jidatnya sendiri. Minuman ajaib yang dimaksud Farhan adalah campuran dari beberapa jenis minuman beralkohol yang diberi Es agar terasa lebih segar. Dan itu di habiskan Stella dalam satu tarikan nafas, Farhan tau pasti itu akan membuatnya dalam maslah. "Han, apa ada sesuatu di kacamataku?" tanya Stella. Wajah Stela mulai meronah, dia juga merasa gerah dan gelisah. Benar-benar minuman yang ajaib yang membutnya perasaannya menjadi gembira.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as masalalu cafe
Read
+Library
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

sapa Kumala. "Pagi, Mala. Tolong buatkan minum untukku dan tamuku ini, bawa ke ruanganku!" "Baik" "Aku teh hangat saja ya, Mala!" titah Sisilia. Kumala mengangguk, lalu segera berjalan ke pantry yang biasa digunakan para karyawan bila membutuhkan yang hangat dan segar. Sementara Sarita terus berjalan menuju ruang kerjanya bersama Sisilia.
1033.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as masalalu cafe
Read
+Library
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Biasanya sudah ada beberapa makanan yang disediakan masjid, selain kopi dan teh manis. “Laila ….” Arsen, mengucek matanya. Apakah ia melihat Laila. Mengapa semua orang berubah menjadi Laila di matanya? *****
104.0K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as masalalu cafe
Read
+Library
AKU BUKAN BUDAKMU, MAS!

AKU BUKAN BUDAKMU, MAS!

Padahal mereka hanya karyawan di sebuah pabrik sandal. "Ada apa sih, berisik amat?" tanya Mas Anam yang baru keluar dari kamar. Lelakiku itu sudah rapi dengan pakaian kerjanya. "Anam, pokoknya aku sama Lilis gak mau sarapan pakai masakan ini," sahut Mbak Sri ketus. Lelakiku itu melirik meja sekilas lalu kembali memandang kakaknya.
1024.4K viewsCompletedAdded to Library 852 Times as masalalu cafe
Read
+Library
BENALU

BENALU

ucap Izzah sembari menampakkan deretan gigi putihnya. "Mana tadi kan aku bungkus enam porsi, dua belas lauk goreng lagi. Jadi makin bengkak deh. Malu juga pas di kasir, diliatin banyak orang," omel Bu Citra. "Ya, sabar Bu, namanya juga ujian. Aku juga tadi bawanya uang pas sih, pas untuk satu porsi soto dan teh hangat saja. Tapi, akhirnya pemilik warung mengratiskan semuanya ke ibu gitu? Atau bagaimana?" Izzah terus saja bertanya sembari menahan tawa.
30.9K viewsCompletedAdded to Library 865 Times as masalalu cafe
Read
+Library
PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

Tidak lupa benda pipih yang selalu aku bawa kemana-mana apa lagi kalau bukan ponsel. "Ya sudah kalau begitu, hari ini kamu pulang jam berapa?" tanya Mas Agus sembari beranjak dari duduknya. "Biasa Mas. Nanti kamu ke cafe kan?" "Ya iyalah, hari ini hari pertama cafe dibuka untuk umum. Jadi aku tetep akan ke sana." "Khaila biar di rumah aja sama Ibu." "Iya." "Siapa wanita yang dibawa Ibu semalam, Mas?"
1095.0K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as masalalu cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status