Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAAF CINTAKU

MAAF CINTAKU

lanjut Stella terlihat sangat menikmati sambil melihat gelas yang kosong di tangannya. "Aduh ...! " Farhan menamplok jidatnya sendiri. Minuman ajaib yang dimaksud Farhan adalah campuran dari beberapa jenis minuman beralkohol yang diberi Es agar terasa lebih segar. Dan itu di habiskan Stella dalam satu tarikan nafas, Farhan tau pasti itu akan membuatnya dalam maslah. "Han, apa ada sesuatu di kacamataku?" tanya Stella. Wajah Stela mulai meronah, dia juga merasa gerah dan gelisah. Benar-benar minuman yang ajaib yang membutnya perasaannya menjadi gembira.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

ujar Bagas berbicara sendiri sambil memandang foto Sarita di wallpaper ponsel. Tiba-tiba, kedua bopa mata Bagas membulat dan jarinya memetik, pria itu mempunyai sebuah ide yang menurutnya cukup bagus untuk dilaksanakan. Bagas segera mencari nomer khusus butik milik Alinsky. Pria itu berpura-pura sebagai pelanggan dan melakukan panggilan. "Hallo, selamat sore. Di sini Butik Latanza, ada yang bisa saya bantu?" sapa petugas di seberang dengan ramah.
1033.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
PESONA MAS IPAR

PESONA MAS IPAR

Duduk di kursi samping Mas Harris tiba-tiba aku merasa canggung sekali, sementara Mas Harris, kulihat wajahnya hanya datar-datar saja. Baru beberapa meter berjalan, lagi-lagi Mas Harris berbelok semaunya. Kali ini kami berhenti di Platinum Resto & Cafe. Sebuah tempat makan yang terjamin kebersihannya, serta enak makanannya, karena banyak pilihan menu dari berbagai negara. "Di rumah tidak ada makanan. Kita makan dulu." Ucapnya. Aku menatapnya takjub. Terbuat dari apa hati orang ini sebenarnya? Kenapa terkadang baik terkadang sadis?
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Biasanya sudah ada beberapa makanan yang disediakan masjid, selain kopi dan teh manis. “Laila ….” Arsen, mengucek matanya. Apakah ia melihat Laila. Mengapa semua orang berubah menjadi Laila di matanya? *****
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN BUDAKMU, MAS!

AKU BUKAN BUDAKMU, MAS!

Padahal mereka hanya karyawan di sebuah pabrik sandal. "Ada apa sih, berisik amat?" tanya Mas Anam yang baru keluar dari kamar. Lelakiku itu sudah rapi dengan pakaian kerjanya. "Anam, pokoknya aku sama Lilis gak mau sarapan pakai masakan ini," sahut Mbak Sri ketus. Lelakiku itu melirik meja sekilas lalu kembali memandang kakaknya.
1024.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 846 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

ucapku saat melihat sebuah rumah makan di depan gerbang kompleks, yang amat ramai. "Ah...itu? Itu soto langgananku dan almarhum Papa dulu, Bu. Enak, dan murah. Setiap pagi kami pasti makan di situ sebelum kembali ke rumah," jawab Izzah tanpa menoleh padaku.
30.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 860 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

Tidak lupa benda pipih yang selalu aku bawa kemana-mana apa lagi kalau bukan ponsel. "Ya sudah kalau begitu, hari ini kamu pulang jam berapa?" tanya Mas Agus sembari beranjak dari duduknya. "Biasa Mas. Nanti kamu ke cafe kan?" "Ya iyalah, hari ini hari pertama cafe dibuka untuk umum. Jadi aku tetep akan ke sana." "Khaila biar di rumah aja sama Ibu." "Iya." "Siapa wanita yang dibawa Ibu semalam, Mas?"
1094.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
WANITA YANG MERINDUKAN SURGA

WANITA YANG MERINDUKAN SURGA

Lalu mas Bagas mengajakku untuk pergi keluar kota. "Jalanan yang kita lewati saat pertama kali kita pergi keluar kota," jawabku. "Memangnya kita mau kemana?" tanyaku lagi. "Dulu kan kita pergi karena mas ada urusan bisnis, ngecek usaha cafe yang ada di kota itu. Saat ini tempat itu masih milikku, aku akan membawamu kesana. Kamu harus tahu juga tempat itu, tempat itu masih menjadi milikku meskipun aku berpisah dengan Ayu karena usaha itu atas namaku. Aku yang membukanya setelah menikah dengannya dulu," tutur Mas Bagas panjang lebar.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Susahnya Jadi Mas Joko

Susahnya Jadi Mas Joko

“Ini adalah kafe favorit aku dan Mas Tentara kalau lagi malam mingguan. Asyik, Mas, kafenya asyik. Nyaman dan juga tidak bising. Mejanya bulat dengan satu set kursi malas yang enak banget dipakai bersantai. Ada payung besar di masing-masing meja, di mana payung-payung di kafe ini saling terhubung dengan ronce-ronce yang terbuat dari jalinan lampu yang kerlap-kerlip.” “Eh, kamu jangan cemburu ya, Mas Joko? Karena, kamu memang tidak punya hak untuk cemburu. Pokoknya sekarang aku mau bercerita kepada bayangan kamu. Iya, ini, sekarang ini, di depan foto kamu yang aku pandangi ini.”
9.614.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 564 kali sebagai masalalu cafe
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Akhirnya, tayang juga Susahnya Jadi Mas Joko ini. Novel pelarian yg saya tulis karena gak (belum) bisa ngelanjutin kisah Aje Karin n Hekal Olive. Semoga kaka2 reader suka dengan kisah Mas Joko yg kocak sekaligus pilu ini. Dukung saya ya kak supaya ttp semangat menulis. Terima kasih.
Rubiman Bin Tukimin Rubi
TIGA NOVEL ANDA SUDAH SAYA BACA KETGANYA MENGANDUNG PESAN MORAL YG SANGAT TINGGI, YAITU SEMUA TOKOHNYA MAMPU MENGENDALIKAN SYAHWATNYA TERHADAP GODAAN WANITA Walaupun sangat berat tentunya Ditunggu karya terbarunya.. SEMANGAT............
Baca Semua Ulasan
Bocilnya Mas Duda

Bocilnya Mas Duda

Seketika mata ku membulat, ingin menolak tapi rasanya sungkan. "Warung pinggir jalan aja Pak, biar lebih hemat," ucap ku sambil cengengesan. Pria dewasa itu menggeleng, "Tenang saja, saya yang akan traktir kamu." "Eh, serius ini Pak?" "Saya serius, Leuca." Melaleuca-gadis berhijab hitam lengkap gamis berwarna senada dengan aksen polkadot putih itu tersenyum sumringah.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai masalalu cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status