Bara Dendam Sang Prabu Boko
“Kau tidak hanya menyelesaikan sebuah tugas, seorang Mpu agung. Kau telah membangun monumen abadi bagi kemuliaan dharma di tanah Jawa. Keahlianmu, ketekunanmu, dan visi spiritualmu melampaui apa yang pernah kami bayangkan dan harap-harap cemaskan. Sebuah cetiya yang menjulang tinggi, laksana Mahameru kedua di jagad Mayapada.”
Seluruh hadirin, dari patih hingga pendeta, mengangguk setuju dengan sorot mata kagum dan hormat. Panukuh hanya dapat kembali membungkuk dalam, mengucapkan terima kasih seadanya, terlalu rendah hati untuk menerima pujian yang begitu besar.
Hot Chapters