Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Nyatanya salah besar, nomor Mas Andra tidak aktif, dan masih sama seperti kemarin. "Segitu terpukulnya kamu, Mas, sampai hp gak kamu aktifkan." Kuhembuskan napas ini gusar, menahan rindu yang amat untuk lelaki yang menemaniku selama ini. Semenjak ayah dan ibu pergi, aku cuma punya dia.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as mata api
Read
+Library
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

“Eh, ngomong-ngomong soal rumah kamu, Thomas. Ini serius deh. Tadi tuh kita udah puter-puter cari jalan ini, tapi kayaknya di Maps tuh gang ini gak ada.” Nina mengangguk antusias. “Iya! Aku sampe kirim shareloc ke HP aku sendiri buat ngecek, tapi pas dibuka, lokasinya pindah ke jalan yang beda. Padahal kamu kirimnya bener.” Rossi ikut menimpali. “Aku sampai mikir, jangan-jangan rumah kamu pake ilmu ngilang-ngilang gitu.” Aku tertawa kecil, tapi dalam hati aku tahu ini bukan kebetulan. Aku sendiri heran kenapa rumah ini kayak gak bisa terdeteksi sistem. Padahal aku gak pernah ngapa-ngapain.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as mata api
Read
+Library
Suamiku Main Api

Suamiku Main Api

Mataku tertuju pada pesan dari Sarah. "Mas, besok jadi kan kita jalan-jalan bareng abil?" "Jadi, donk! sayang! " Dibubuhi emoticon love. Jijik aku melihatnya, Di rumah sangat kasar pada istrinya, di luar sungguh mesra dengan gundiknya.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as mata api
Read
+Library
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

Matanya menatap nyalang pada pasangan mesum didepannya. "Liana ..., mulai detik ini kamu tidak boleh menginjakkan kakimu lagi di rumah Papi! Kami semua kecewa padamu. Ayo Mami, kita pulang!" Liana histeris mendengar ultimatum yang baru saja diucapkan oleh papinya. Air mata terus mengalir di kedua pipinya. "Papi ... Mami ... Li minta maaf. Ampuni Li ...!" LIana menjerit hendak menahan kedua orang tuanya. Namun, sepasang suami istri itu tak menghiraukan dan terus pergi. Sementara Mas Dewa berusaha menenangkan istri barunya yang terus menangis.
9.6291.1K viewsCompletedAdded to Library 9.0K Times as mata api
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as mata api
Read
+Library
BATARI

BATARI

Mata biru cerahnya tajam, geraknya efisien, dan diamnya terasa seperti peringatan. Batari mendapatkan hak yang sama seperti Seline: kartu kredit tanpa batas, kartu debit tiga digit dan seorang asisten pribadi untuk memastikan ia tidak jatuh… atau dijatuhkan. Hadiah yang manis, dengan rasa logam di ujung lidah.
10554 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as mata api
Read
+Library
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

tanya Lilis mengulang kalimat Brutus. Laki-laki berwajah bopeng itu menoleh. Menatap tajam perempuan yang duduk di sebelahnya. “Iya, dia punya jimat itu. Jimat Tali Mayat. Sebuah benda persekutuan dengan setan buat ngedapetin kekayaan melalui cara judi,” tutur Brutus berapi-api. “Gua gak tahu, tambahan jimat apalagi yang bisa bikin dia kuat—“
8.512.9K viewsCompletedAdded to Library 295 Times as mata api
Read
+Library
Air Mata Rani

Air Mata Rani

terang Andra dengan wajah meyakinkan. “O ... Begitu ya.” Rani tampak menimang tawaran Andra. Sekali lagi matanya mengarah pada Mita yang tampak senyam senyum demi melihat dirinya dengan Andra berbincang dengan akrab, karena selama ini sahabatnya itu tahu bahwa ia sama sekali tidak pernah dekat dengan seorang cowok. “Terima aja, Ran!” lirih Mita seraya berkedip kepadanya seolah meyakinkan untuk tidak usah ragu lagi menerima ajakan Andra.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as mata api
Read
+Library
Air Mata Diandra

Air Mata Diandra

Mama kaget seraya menitikan air mata. "Diandra, kamu nak..." Mama menciumi wajah putrinya. Terpancar kebahagiaan yang teramat sangat di hati Mama. Bimo menyalami dan mencium tangan Mama mertuanya itu. Mama menerimany tanpa ekspresi... "Ah... apa Mama masih belum bisa menerima Mas Bimo." Batin Diandra, yang melihat ekspresi Mama saat melihat Bimo. Sungguh sangat dingin respon yang Mama berikan pada suami anaknya itu.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as mata api
Read
+Library
Bermain Api Dengan Tuan Mafia

Bermain Api Dengan Tuan Mafia

"Saya sudah mengatur rapat untuk nanti malam, saya akan mengirim lokasinya pada anda." "Kerja bagus, Adam. Sampai bertemu nanti." Kai menutup pintunya dan membawa sup ayam itu ke dapur. Ia akan memanaskan sup itu untuk Mika ketika wanita itu sudah terbangun dari tidurnya. Kepalanya mendongak, Kai melihat ke arah jam yang tergantung di dinding. "Masih jam 10 pagi, aku tidak tahu akan melakukan apa. Seharusnya aku bertemu Pak Matthew pagi ini," gumamnya lagi. Dia berjalan kembali ke living room dan duduk di single sofa yang bersebrangan dengan Mika.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as mata api
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status