Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BATARI

BATARI

Mata biru cerahnya tajam, geraknya efisien, dan diamnya terasa seperti peringatan. Batari mendapatkan hak yang sama seperti Seline: kartu kredit tanpa batas, kartu debit tiga digit dan seorang asisten pribadi untuk memastikan ia tidak jatuh… atau dijatuhkan. Hadiah yang manis, dengan rasa logam di ujung lidah.
10427 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as mata api
Read
+Library
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

tanya Lilis mengulang kalimat Brutus. Laki-laki berwajah bopeng itu menoleh. Menatap tajam perempuan yang duduk di sebelahnya. “Iya, dia punya jimat itu. Jimat Tali Mayat. Sebuah benda persekutuan dengan setan buat ngedapetin kekayaan melalui cara judi,” tutur Brutus berapi-api. “Gua gak tahu, tambahan jimat apalagi yang bisa bikin dia kuat—“
8.512.7K viewsCompletedAdded to Library 292 Times as mata api
Read
+Library
Air Mata Rani

Air Mata Rani

terang Andra dengan wajah meyakinkan. “O ... Begitu ya.” Rani tampak menimang tawaran Andra. Sekali lagi matanya mengarah pada Mita yang tampak senyam senyum demi melihat dirinya dengan Andra berbincang dengan akrab, karena selama ini sahabatnya itu tahu bahwa ia sama sekali tidak pernah dekat dengan seorang cowok. “Terima aja, Ran!” lirih Mita seraya berkedip kepadanya seolah meyakinkan untuk tidak usah ragu lagi menerima ajakan Andra.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as mata api
Read
+Library
MAAF

MAAF

n atau m.a.n.g.a_t.o.o.n Mohon maaf karena Thor tidak bisa melanjutkannya. Begitu besar penyesalan karena tindakan ini, tapi Pembaca tersayang masih bisa membaca cerita Thor yang lainnya di aplikasi ini. Masih ada : 1. TANYA HATIMU (END) 2. ISTRI KEEMPAT TUAN TANAH (END) 3. ,dan beberapa cerita baru yang sebentar lagi akan segera terbit
103.4K viewsOn holdAdded to Library 85 Times as mata api
Read
+Library
Air Mata Diandra

Air Mata Diandra

Mama kaget seraya menitikan air mata. "Diandra, kamu nak..." Mama menciumi wajah putrinya. Terpancar kebahagiaan yang teramat sangat di hati Mama. Bimo menyalami dan mencium tangan Mama mertuanya itu. Mama menerimany tanpa ekspresi... "Ah... apa Mama masih belum bisa menerima Mas Bimo." Batin Diandra, yang melihat ekspresi Mama saat melihat Bimo. Sungguh sangat dingin respon yang Mama berikan pada suami anaknya itu.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as mata api
Read
+Library
Mata-mata sang CEO

Mata-mata sang CEO

Dengan penuh keterpaksaan, Alexa menarik kembali ucapannya, karena dia tidak akan bisa memenuhi syarat untuk memutuskan kerjasama tersebut. "Aku minta maaf sudah membuatmu marah dan aku akan tetap bekerja sebagai mata-matamu, Tuan," ucap Alexa dengan wajah yang menunduk. Ef, sendiri. Dia tersenyum puas melihat pemandangan itu. Di mana seorang wanita bisa begitu mudahnya menuruti ucapannya. "Kalau begitu aku permisi." Alexa memutar tubuhnya hendak meninggalkan ruangan tersebut.
107.3K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as mata api
Read
+Library
Bermain Api Dengan Tuan Mafia

Bermain Api Dengan Tuan Mafia

"Saya sudah mengatur rapat untuk nanti malam, saya akan mengirim lokasinya pada anda." "Kerja bagus, Adam. Sampai bertemu nanti." Kai menutup pintunya dan membawa sup ayam itu ke dapur. Ia akan memanaskan sup itu untuk Mika ketika wanita itu sudah terbangun dari tidurnya. Kepalanya mendongak, Kai melihat ke arah jam yang tergantung di dinding. "Masih jam 10 pagi, aku tidak tahu akan melakukan apa. Seharusnya aku bertemu Pak Matthew pagi ini," gumamnya lagi. Dia berjalan kembali ke living room dan duduk di single sofa yang bersebrangan dengan Mika.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as mata api
Read
+Library
Main Api dengan Mafia

Main Api dengan Mafia

suaranya serak dan malas. Namun bukan suara Kenzo yang terdengar. Melainkan seorang pria asing. "Halo, mohon maaf mengganggu, nona. Saya dari bar Brave. Tuan Kenzo sedang mabuk berat. Kami menemukan nomor Anda di kontak daruratnya. Bar kami akan tutup sebentar lagi. Bisakah Anda datang menjemput?" Nayla langsung terduduk. "Apa? Mabuk?" gumamnya tak percaya. Ia melirik jam di ponsel—pukul 01.17 dini hari.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as mata api
Read
+Library
Mate

Mate

“Hehe… nggak kok, Ma.” “Eh, ini bantu mama bawain daging ke taman depan rumah, ya.” pinta Mama Mas Wira. Aku mengangguk dan segera membawa daging untuk barbeque-an keluarga malam ini. Alfa tiba-tiba muncul. “Mama… ada yang bisa Mas Alfa bantuin nggak?” tanya Alfa dengan suara nyablaknya. “Eh, ada Fita imut.”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as mata api
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status