Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Tapi menurutmu, apa jadinya jika matahari merasa lelah untuk bersinar? ~~~ Perkenalan tokoh: Raditya Arya Permana Fizya Susandra Amanda Siti Aura Iqbal Ramdani Adisty Kayra Permana dan tokoh-tokoh lainnya yang akan muncul mengiringi jalannya cerita nanti. ********************** Siapa yang menghadirkan Benci, Rindu, Dendan, dan Cinta dalam kehidupannya? Hingga sesosok Arya menjalani kisah hidupnya dengan jutaan luka dan rasa kecewa, tapi anehnya ia memilih untuk tetap bertahan, untuk Cinta yang bahkan bukan untuknya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku

Namun sesuatu yang indah mengalikan pandangannya. Azril menatap Zafirah yang tengah membantu Melati sesekali cadarnya berkibar saat terpaan angin menyapa Khimarnya. Pemandangan yang indah membaut Azril enggan untuk berjanjak meskipun seseorang telah melihatnya dari posisi yang tidak jauh darinya. Sentuhan lembut mengalihkan pandangannya dari wanita bercadar yang berada di taman bersama beberapa pelayan di rumahnya.
1039.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

tangis Latifah dengan suara serak memukul-mukul dadanya. “Istigfar Maa.., Istigfar..., Jangan marah sama Allah. Ridwan itu milik Allah, maka dia dan kita semua akan kembali pada Allah. Dengan cara apa pun, karena Allah yang berkehendak Maa.., sekarang Mama harus Ikhlas agar jalannya Ridwan bagus. Kasihan papa kalau Mama seperti ini,” ucap Aruna kembali dengan menggenggam erat tangan mertuanya.
910.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

Gurame goreng asam pedas manis, ditambah gulai nangka muda kesukaannya sudah tertata di sana. "Hmm, dari aromanya aja udah wangi," puji Bi Ayu, mengendus asap yang mengepul di atas hidangan itu. "Kalau soal masak, ibu emang jagonya," sbung wanita itu, semakin memujiku. "Tapi saya kalah cantik dengan istri barunya Bapak, Bik," jawabku, terlihat jelas sesal di wajahnya. "Makanya Mad Andra selingkuh."
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Wanita Bercadar Itu, Istriku

Wanita Bercadar Itu, Istriku

Gegas kuangkat benda pintar tersebut setelah melihat nama Mama yang terpampang di layar. "Ya, Ma?" [ Cepat pulang, Emir! Ada seorang wanita yang menunggumu di rumah! ] "Wanita? Siapa?" [ Mama gak kenal. Tapi dia mengaku bernama Kiyomi, teman kamu dari Tokyo.] Kiyomi? Ya Tuhan, jadi dia nekat datang ke Indonesia? * * 🍁🍁🍁🍁
1029.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 920 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Jantung Syafira serasa hampir copot. "Aroma ini!" Lagi-lagi aroma bunga melati tercium samar bersamaan dengan hembusan angin. Bahkan kali ini ada suara gending gamelan bergaung di telinga Syafira. Bulu kuduk Syafira langsung berdiri. Menegang kaku.
900 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Air Mata Putri Tidak Untuk Pengkhianat

Air Mata Putri Tidak Untuk Pengkhianat

ujar Evelina seraya menghela nafas lega. Tak lama kemudian kereta kuda dengan lambang daun emas dan burung kecil tiba di mansion Northern. Melihat seorang wanita paruh baya yang masih cantik turun dari kereta kuda, wajah masam yang terlukis di wajah Evelina tadi berubah menjadi cerah. Dengan berlari kecil Evelina menghampiri wanita itu lalu memeluknya. "Madam! Aku merindukan anda."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Wanita Bercadar Yang Ku Nodai

Wanita Bercadar Yang Ku Nodai

Tindakan Belia membuat Alvan beserta Bundanya terperanjat kaget. Alvan tak tahu kenapa Belia begitu terkejut melihatnya, karena bagi Alvan dia sama sekali tidak mengenali sosok wanita bercadar yang kini ada di depan matanya. "Ada apa Belia? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Mahesa benar-benar bingung berpikir apa yang terjadi dengan gadis itu?
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Namun kini aku sadar, yang dulu kuanggap cinta… ternyata hanyalah penebusan dosa, sekaligus rantai untuk mengikatku. “Oh ya, gimana kalau kita ke rumah baru, dekorasi kamar pengantin kita?” Rangga memotong lamunanku. Aku hanya bisa mengangguk. Rumah itu berada di barat kota, sebuah vila mewah yang dulu membuatku terpesona. Rangga bilang rumah ini dipilih sesuai seleraku. Namun berbeda dengan kunjungan pertama yang penuh tawa, kali ini hawa dingin menusuk saat aku melangkah masuk.
28.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 784 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Tiba-tiba aku terpikir akan isi lautan yang konon sangat indah. "Pernah, dulu." "Seindah apa di dalam sana?" "Nggak ada." Sontak saja keningku mengerut. Kuputar sedikit kepala ini ke belakang agar bisa melihat Mas Janu. "Kenapa gitu? Kata orang—" "Karena bagi Mas cuma kamu yang paling indah, Sayang." Ah, dasar raja gombal! *** Tamat!
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status