Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Rahasia Sang Pewaris

Gadis Rahasia Sang Pewaris

Sinar matahari yang terik memang terasa membakar kulit, tapi hadirkan sensasi menyenangkan di dalam rongga dada. Berkunjung ke daerah pedesaan dengan pemandangan sawah bukanlah gaya liburan yang disukai oleh Edgar. Tapi, kali ini Edgar tak keberatan berlama-lama di Ubud, yang penting bisa melihat senyum manis di bibir Indira. Anggap saja semacam pengorbanan. “Sambal matahnya enak, Mas,” kata Indira setelah mencicipi ayam sambal matah. “Mas Edgar nggak mau coba?”
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 692 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Bara terus melangkah mengikuti apa yang diinginkannya. Air terjun berwarna biru mengalir begitu derasnya. Tak ada aliran lain selain sebuah danau yang indah. Di pinggir danau di tumbuhi beberapa macam bunga. Ada bunga mawar, melati,anggrek, bunga matahari, lily dan sedap malam. Bara melihat danau tersebut seperti surga. Bara mengambilkan air dengan tangan yang ia tangkupkan agar Kadet bisa merasakan segarnya air di tenggorokan.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Mamat mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan sok kuasa. Kesempatan ini benar-benar sekali seumur hidup. Terakhir kali, Mawar berhasil melarikan diri. Kali ini, dia pasti akan meniduri Mawar. Janda cantik ini, dengan tubuh berbentuk S, montok di depan dan belakang, membuat pria mana pun ngiler hanya dengan melihatnya. Mamat merasa wajib memanfaatkan kesempatan ini.
8.539.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Tangannya menarik tangan wanita bercadar tadi yang kelihatan menolak. "Selamat datang, semoga bisa hidup rukun di rumah ini," ucap mama mertua yang sudah berada di depan menantunya Bu Mel. Wanita bercadar itu mengangguk. Sungguh aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana? "Terima kasih, Bu." Wanita bercadar itu menyalami mama mertuaku. "Namamu siapa?" Mama kembali bertanya.
9.9137.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Cahaya monitor yang berkedip-kedip memantul di kulitnya yang polos, memberikan kilau keperakan pada setiap lengkung tubuhnya. Ia tidak menutupi dadanya yang membusung atau liang kenikmatannya yang masih basah. Sebaliknya, ia menyugar rambut hitam bergelombangnya ke belakang, memamerkan leher jenjangnya yang mulus. "Aku cuma memberikan apa yang mereka minta, Mas Mamat. Kamu tidak suka melihat kawan-kawanmu bahagia?" Mamat mendengus, suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar seperti geraman rendah. "Bahagia? Kau membuat mereka terkapar sampai kering. Jadi yang kemarin juga perbuatanmu, ya."
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Mata Raja berpendar kehijauan. Kucing itu duduk di atas puing tanpa rasa gentar sedikit pun, lalu mulai menjilat cakarnya dengan santai, seolah-olah keberadaan "Tuhan" di depannya tak lebih menarik daripada sekaleng sarden. Chad memiringkan kepalanya, busur listrik biru meloncat dari pelipisnya menuju bahu mesinnya. "Oh, kau kucing peliharaan Badar, kan?"
843 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Diduakan Suami, Diratukan Duda Miliarder

Diduakan Suami, Diratukan Duda Miliarder

Ranjang besi yang telah berkarat, tempat yang selalu menimbulkan decit bunyi tiap kali Bara menggeser posisinya meskipun sudah sangat pelan dia lakukan. "Bapak bisa saja. Mana ada bidadari wajahnya pas-pasan begini, Pak? Badannya kurus, kulitnya hitam. Bidadari itu wajahnya cantik, Pak. Putih. Badannya juga bagus." Indah menarik kursi, duduk di samping dipan. "Buat Bapak anak Bapak yang paling cantik sedunia." Lagi, tawa mereka terdengar membelah keheningan malam.
1065.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

Air mata Indira jatuh tanpa suara. “Maafkan Mama,” bisiknya. “Mama hanya ingin melindungi kalian. Mama nggak mau kalian ketemu sama dia." *** Komen lagi ya, nanti dilanjut, besok 🤍 Bintang 5 jangan lupa ⭐⭐⭐⭐⭐
9.8330.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.3K kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
SUGAR MOMMY KESAYANGAN

SUGAR MOMMY KESAYANGAN

jelas Mami Endang. "Hai ... tampan. Salam kenal untukmu. Perkenalkan saya Madam Inces," ujarnya sambil mengulurkan tangannya kepada Indra. Namun Indra tidak mau menyambut uluran tangan sang madam. Dia malah berkata, "Ih ... najis! Sana Lo jauh-jauh dari gue!" usir Indra. "Ya ampun ganteng! Jual mahal banget, sih!" kesal Madam Inces karena tidak mendapatkan respon yang baik dari Indra.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Istri Untuk Tuan ALEX

Istri Untuk Tuan ALEX

'' jawab Gadis sambil menggaruk lehernya. ''Udah lah Ndah, kita masuk kamar yuk! Kepala ku tiba-tiba pusing nih gara-gara bocah edan ini. Lama-lama aku bisa darah tinggi, Ndah.'' ucap Mama sambil mengajak Mama Indah pergi. ''Eh Ma, tunggu dulu dong! Terus itu bikinnya bener kan?'' cegah Gadis. Pletak! ''Aaawhh!"
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai mata indah bercadar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status