Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

Wajah Ivy merengut kecewa. "Padang ini akan bisa dinikmati lagi saat musim semi tiba tahun depannya lagi. Ini yang menjadikan padang bunga ini unik," jelas Matteo, sambil mengatur bunga ungu yang tadi dia petik. Matteo menata bunga itu menjadi mahkota bunga yang dijalin rapi, lalu juga sebuah bouqet sederhana, yang diikat dengan alang-alang. Senyum Ivy akhirnya kembali, saat Matteo meletakkan mahkota bunga warna ungu itu, di kepalanya.
109.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 324 Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
Wanita Bercadar Yang Ku Nodai

Wanita Bercadar Yang Ku Nodai

Tindakan Belia membuat Alvan beserta Bundanya terperanjat kaget. Alvan tak tahu kenapa Belia begitu terkejut melihatnya, karena bagi Alvan dia sama sekali tidak mengenali sosok wanita bercadar yang kini ada di depan matanya. "Ada apa Belia? Apa kau baik-baik saja?" Tanya Mahesa benar-benar bingung berpikir apa yang terjadi dengan gadis itu?
109.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 358 Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Namun kini aku sadar, yang dulu kuanggap cinta… ternyata hanyalah penebusan dosa, sekaligus rantai untuk mengikatku. “Oh ya, gimana kalau kita ke rumah baru, dekorasi kamar pengantin kita?” Rangga memotong lamunanku. Aku hanya bisa mengangguk. Rumah itu berada di barat kota, sebuah vila mewah yang dulu membuatku terpesona. Rangga bilang rumah ini dipilih sesuai seleraku. Namun berbeda dengan kunjungan pertama yang penuh tawa, kali ini hawa dingin menusuk saat aku melangkah masuk.
28.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 790 Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Tiba-tiba aku terpikir akan isi lautan yang konon sangat indah. "Pernah, dulu." "Seindah apa di dalam sana?" "Nggak ada." Sontak saja keningku mengerut. Kuputar sedikit kepala ini ke belakang agar bisa melihat Mas Janu. "Kenapa gitu? Kata orang—" "Karena bagi Mas cuma kamu yang paling indah, Sayang." Ah, dasar raja gombal! *** Tamat!
1013.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 402 Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
Gadis Rahasia Sang Pewaris

Gadis Rahasia Sang Pewaris

Sinar matahari yang terik memang terasa membakar kulit, tapi hadirkan sensasi menyenangkan di dalam rongga dada. Berkunjung ke daerah pedesaan dengan pemandangan sawah bukanlah gaya liburan yang disukai oleh Edgar. Tapi, kali ini Edgar tak keberatan berlama-lama di Ubud, yang penting bisa melihat senyum manis di bibir Indira. Anggap saja semacam pengorbanan. “Sambal matahnya enak, Mas,” kata Indira setelah mencicipi ayam sambal matah. “Mas Edgar nggak mau coba?”
1033.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 696 Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
Mata Batin

Mata Batin

Bara terus melangkah mengikuti apa yang diinginkannya. Air terjun berwarna biru mengalir begitu derasnya. Tak ada aliran lain selain sebuah danau yang indah. Di pinggir danau di tumbuhi beberapa macam bunga. Ada bunga mawar, melati,anggrek, bunga matahari, lily dan sedap malam. Bara melihat danau tersebut seperti surga. Bara mengambilkan air dengan tangan yang ia tangkupkan agar Kadet bisa merasakan segarnya air di tenggorokan.
1019.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 503 Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!

Mamat mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan sok kuasa. Kesempatan ini benar-benar sekali seumur hidup. Terakhir kali, Mawar berhasil melarikan diri. Kali ini, dia pasti akan meniduri Mawar. Janda cantik ini, dengan tubuh berbentuk S, montok di depan dan belakang, membuat pria mana pun ngiler hanya dengan melihatnya. Mamat merasa wajib memanfaatkan kesempatan ini.
8.541.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Cahaya monitor yang berkedip-kedip memantul di kulitnya yang polos, memberikan kilau keperakan pada setiap lengkung tubuhnya. Ia tidak menutupi dadanya yang membusung atau liang kenikmatannya yang masih basah. Sebaliknya, ia menyugar rambut hitam bergelombangnya ke belakang, memamerkan leher jenjangnya yang mulus. "Aku cuma memberikan apa yang mereka minta, Mas Mamat. Kamu tidak suka melihat kawan-kawanmu bahagia?" Mamat mendengus, suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar seperti geraman rendah. "Bahagia? Kau membuat mereka terkapar sampai kering. Jadi yang kemarin juga perbuatanmu, ya."
5.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 226 Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Mata Raja berpendar kehijauan. Kucing itu duduk di atas puing tanpa rasa gentar sedikit pun, lalu mulai menjilat cakarnya dengan santai, seolah-olah keberadaan "Tuhan" di depannya tak lebih menarik daripada sekaleng sarden. Chad memiringkan kepalanya, busur listrik biru meloncat dari pelipisnya menuju bahu mesinnya. "Oh, kau kucing peliharaan Badar, kan?"
1.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 31 Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
Diduakan Suami, Diratukan Duda Miliarder

Diduakan Suami, Diratukan Duda Miliarder

Ranjang besi yang telah berkarat, tempat yang selalu menimbulkan decit bunyi tiap kali Bara menggeser posisinya meskipun sudah sangat pelan dia lakukan. "Bapak bisa saja. Mana ada bidadari wajahnya pas-pasan begini, Pak? Badannya kurus, kulitnya hitam. Bidadari itu wajahnya cantik, Pak. Putih. Badannya juga bagus." Indah menarik kursi, duduk di samping dipan. "Buat Bapak anak Bapak yang paling cantik sedunia." Lagi, tawa mereka terdengar membelah keheningan malam.
1065.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.6K Beses bilang mata indah bercadar
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status