Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

Tak berapa lama, wanita itu kembali dengan sudah memakai daster. Jilbab instan senada dan bibirnya memakai pewarna yang merah menyala. “Mak, gak usah berlebihan, sih,” ucap Maryam sengit. “Biarin aja deh, Mar. Mak juga ‘kan kepengin dandan.” Rasti hanya tertawa melihat pertengkaran kecil kedua ibu dan anak di hadapannya. Ia lalu bangkit dan bersiap pergi.
10201.1K viewsCompletedAdded to Library 7.0K Times as mata merah berurat
Show Reviews (36)
Read
+Library
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Read All Reviews
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Pupil matanya berwarna bata merah yang hangat, seperti warna daun maple yang disinari matahari sore, penuh dengan kelembutan dan kedalaman yang berbeda. Rambutnya yang berwarna coklat chestnut- berbeda dengan kedua temannya yang dibiarkan tergerai-diikat rapi menjadi ekor kuda kecil. Di sana, terikat pita kecil berbentuk bunga marigold berwarna oranye keemasan, membuatnya tampak seperti petak kecil tanah musim gugur yang dihiasi dengan keindahan alam.
561 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as mata merah berurat
Read
+Library
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

“Kak, sebenarnya kondisi penyumbatan saluran ASI-mu nggak terlalu buruk. Pasti akan lancar setelah dipijat beberapa kali.” Mungkin karena suasana agak canggung, Jeff pun tidak lupa berbincang denganku sambil memijat. “Benarkah?” Mendengar suaranya yang lembut dan ramah, meski aku masih merasa sangat canggung dengan sentuhan pria asing, diriku sudah merasa jauh lebih baik. “Harus dipijat berapa lama?” “Satu rangkaian terapi, sekitar satu minggu.”
2.5K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as mata merah berurat
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Dia buru-buru menoleh, ingin melihat reaksi Sarah. Namun wanita itu hanya tersenyum samar—senyum tipis yang justru sarat dengan kepuasan. Pada akhirnya, Rangga tetap mengirimkan satu pesan singkat untuk Vanya. [Vanya, jangan buat keributan lagi. Bukalah pintu. Perias sudah datang.] Hanya satu kalimat itu saja sudah mampu meredakan rasa bersalah yang ditimbulkan oleh ucapannya barusan.
28.1K viewsCompletedAdded to Library 703 Times as mata merah berurat
Read
+Library
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

Bunga mawar. Bukan mawar taman yang harum sempurna dengan kelopak merah beludru. Ini mawar liar. Batangnya berduri lebih rapat, kelopaknya lebih kecil, warnanya merah pudar kecokelatan—seperti warna darah kering. Baunya tidak semanis mawar setek dari toko bunga. Baunya... tanah. Baunya hujan. Baunya perjuangan.
839 viewsCompletedAdded to Library 33 Times as mata merah berurat
Read
+Library
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Namun, motor-motor itu kembali berubah ketika malam berselimut kabut merah seperti ini, motor-motor itu tiba-tiba berkarat, bahkan beberapa di antaranya hanya tersisa kerangka bahkan hancur tidak bersisa. Kabut merah yang menyeramkan ini membuat semuanya tampak berubah ketika malam. Seperti pertanda bahwa apa yang mereka dapatkan dari NU MAHA AGUNG adalah sesuatu yang kotor, sesuatu yang seharusnya tidak mereka dapatkan dengan mudah, bahkan mungkin, inilah kebenaran yang mereka dapatkan.
9.631.2K viewsCompletedAdded to Library 872 Times as mata merah berurat
Show Reviews (22)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Read All Reviews
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Padahal bibirnya masih merah dan berkilat-kilat seperti orang yang baru saja makan mie ayam. "Ya mana gue tau, Rin. 'Kan gue juga baru dateng," Keira memasang satu jepit rambut lagi, saat ia merasa cepolan rambutnya sedikit longgar. "Lo minggir dikit dong, Ra. Gue mau nambah bedak dikit lagi. Kurang kinclong muka gue, kayaknya." Marini kembali merogoh saku. Mengeluarkan sebuah bedak padat kemasan praktis.
1091.7K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as mata merah berurat
Read
+Library
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Urat itu juga diselubungi nanah bercampur darah. Nanah yang bercampur darah itu terus mengalir menuju bola mata. Bola mata yang ukuranya sebesar bola pingpong itu, berwarna putih kelabu dengan garis-garis kecil berwarna merah, seperti akar yang menjalar di permukaan bola mata tersebut.
6.8K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as mata merah berurat
Read
+Library
Noda Merah Malam Pertama

Noda Merah Malam Pertama

Mukanya merah padam. ***** Rayna meringkuk di sudut ruangan. Pertengkaran mereka sudah selesai beberapa saat yang lalu menyisakan gurat merah di pipi Rayna. Gadis itu mengusap pipinya berulang-ulang. Matanya nanar menatap daun pintu yang dibanting oleh suaminya barusan. Rayna menghirup udara di sekelilingnya, berusaha membuat seluas-luasnya ruang di dalam hati agar dia selalu merasa lapang menghadapi semua ini.
9.868.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as mata merah berurat
Read
+Library
Sang Penakluk Dua Dunia Dengan Tiga Wanita Cantik Ku!

Sang Penakluk Dua Dunia Dengan Tiga Wanita Cantik Ku!

Aura merah kecokelatan pria Blok Tiga meledak lebih liar dari sebelumnya. Otot di lengan dan lehernya membengkak, urat-uratnya menonjol seperti akar pohon yang memaksa keluar dari tanah. Lantai besi di bawah kakinya bergetar, retakan tipis menjalar membentuk jaring halus. “Sekarang kau mati!” raungnya.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 170 Times as mata merah berurat
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status