Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN 26 Mata itu berkaca-kaca penuh luka, kubawa dia masuk ke dalam ruang pribadiku, Cean menangis tanpa henti membuatku kebingungan sekaligus khawatir atas apa yang terjadi. Aku hanya bisa menunggunya tenang agar bisa berbicara dengan jelas. "Aku tidak bisa menjaga Kairav dengan baik, dia sakit. Atau mungkin Tuhan marah padaku karena sudah memisahkan kamu darinya." Cean berkata disertai isakan kecil.
1018.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai mata sukma berkaca kaca karena
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Aku malah memikirkan sosok di belakang sepupuku tadi. “Syukurlah, kalo mbak, gak, apa-apa. Soalnya lama lho tadi mbak duduk kayak matanya melihat sesuatu di belakang aku.” Nadia melanjutkan tanyanya karena masih terlalu penasaran dengan apa yang kualami barusan.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai mata sukma berkaca kaca karena
Baca
+Pustaka
Desahan Madu Suamiku

Desahan Madu Suamiku

Tut Tut Tut … Panggilan terputus dan Marta dibuat meradang dan menatap malu pada Pak RT dan semua yang ada di sana. "Saya akan bicara pada Silvia. Mana dia?" tanya Marta. "Di dalam. Dia depresi kayaknya. Lebih baik Ibu hati-hati jika ingin berbicara dengannya. Saya aja habis kena cakar olehnya, lihat!" Mentari menunjukan cakaran di tangannya dan Marta urung masuk.
20.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai mata sukma berkaca kaca karena
Baca
+Pustaka
Wanita di Balik Kaca Mobil Suamiku

Wanita di Balik Kaca Mobil Suamiku

ucap mama. “Ke mana?” tanyaku. “Ke suatu tempat yang akan membuatmu tau semuanya.” Sepertinya mama dan Lian sedang menyembunyikan sesuatu. “Kenapa gak bicara langsung saja, sih?” “Mala, ada banyak hal di bumi ini yang tidak butuh penjelasan.Cukup melihat satu objek yang sama dengannya akan membuatmu mengetahui banyakhal. Sekarang siap-siaplah. Mumpung masih siang.”
1073.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mata sukma berkaca kaca karena
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Namun, semenjak Alina murung, Alinka meminta agar Bi Sumi menemaninya sampai benar-benar pulih. Bi Sumi membawakan sup, bubur ayam, ditambah susu, dalam satu nampan penuh. "Non, ayo kita makan, biar Bibi suapi," ajak Bi Sumi, menyodorkan sendok berisi bubur. Alina merasa terharu, air matanya kembali menetes, membuat Bi Sumi menaruh mangkuk dan meminta maaf. "Non, maafkan Bibi sudah lancang," katanya, menundukkan kepala. "Bibi tidak salah, aku hanya terharu saja," ungkap Alina, lalu mengusap air matanya.
863 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai mata sukma berkaca kaca karena
Baca
+Pustaka
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Memikirkan Jeff harus menggunakan mulut…. Aku masih merasa sangat canggung. “Nggak apa-apa, kak. Aku akan pelan-pelan, kamu juga nggak perlu merasa malu. Pejamkan matamu, anggap saja seperti sedang menyusui anakmu.” Ujar Jeff dengan begitu mudah, tapi aku tak sanggup melewati batas mental di hatiku. Terutama saat melihat wajahnya yang tersenyum ramah, aku merasa semakin aneh.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai mata sukma berkaca kaca karena
Baca
+Pustaka
Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Seketika, ia melemparnya ke lantai. “Kenapa aku harus cerai tanpa membawa apa pun?!” Wajahnya memerah, matanya dipenuhi urat-urat darah, ekspresinya tampak mengerikan. Dulu, aku sangat takut melihatnya marah. Namun sekarang, melihatnya seperti ini, hanya satu kata yang terlintas di pikiranku. Cuma gertakan. Ia jelas tidak punya trik apa pun di tangannya, tapi masih berharap bisa mengambil keuntungan dariku.
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai mata sukma berkaca kaca karena
Baca
+Pustaka
Apa Warna Hatimu?

Apa Warna Hatimu?

Kak Sukma tersenyum sedih. "Dia akan terima balasannya, Kak," ucapku. "Hmm... Ya. Nggak sabar melihat hari itu tiba." "Mukanya tadi ketakutan setengah mati. Kak Sukma hebat." Aku mengacungkan dua jempol. Kak Sukma tertawa, "Tentu dong. Kalau nggak kita sebagai wanita akan dipandang rendah dan bodoh...." Aku tidak berkomentar.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai mata sukma berkaca kaca karena
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status